KPAI : Ketidakpekaan Pihak Sekolah dan Orangtua membuat Kasus Bullying Terus Meningkat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Dalam perjalanan roadshow kampanye film Aib #Cyberbully, #JanganDianggapRemeh #StopBullying #JarimuMembunuh yang digarap Surya Films dan Anami Films, dan telah mengunjungi lebih dari 25 sekolah dan menemui lebih dari 11 ribu siswa di Jabodetabek, Semarang, Solo, Yogya, Palembang, Medan, Makasar, Malang dan Surabaya, ternyata mampu mengungkap banyak kasus bullying yang terjadi disekolah-sekolah.

Hal ini diakui Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti yang menyebut bahwa kasus bullying di Indonesia ini bak gunung es yang hanya kelihatan ujungnya saja, sementara yang besar tidak nampak.

Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat jumpa pers di Restoran Chicking Royal Plaza Surabaya didampingi Michael Lie (tengah) dan Harris Illano (kiri).

“Banyak kejadian atau perilaku yang menjurus kearah bullying yang yang tidak muncul ke permukaan, bahkan tidak jarang pula perlakuan yang sudah termasuk bullying itu tidak disadari oleh orang tua maupun pihak sekolah,” terangnya pada kabarsurabaya.com di Chicking Restaurant Royal Plaza Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Bahkan dalam satu kesempatan roadshow yang dilakukannya, Retno mengungkapkan bahwa ada sekolah yang ketika dilakukan kampanye #Cyberbully, kepala sekolahnya langsung mengatakan salah alamat karena tidak ada kasus bullying di sekolah tersebut.

“Tapi yang mengejutkan, ketika kami menjelaskan tentang bullying, justru muncul begitu banyak reaksi dari para murid yang mengaku bahwa dirinya pernah jadi korban. Bahkan ada beberapa yang menyampaikannya sambil menangis,” tutur Retno.

Menurut Retno, ini menunjukkan bahwa masih banyak pihak sekolah yang kurang peka dan peduli dengan masalah bullying. Dan seringkali bullying ini hanya dianggap remeh dan hanya sebatas canda, baik antarmurid maupun antara guru dan murid, dan orangtua dengan anak

“Padahal, Bullying yang pada intinya adalah timbulnya rasa sakit, baik fisik maupun psykis karena perilaku orang lain ini sudah banyak memakan korban. Bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tidak tahan,” tegasnya.

Apalagi menurut data KPAI, lanjut Retno, kasus bullying pada tahun 2016 pihaknya hanya menerima 34 kasus. Tapi pada tahun 2017 sudah naik 300 persen.

“Keprihatinan KPAI terhadap meningkatnya kasus bullying inilah yang membuat KPAI sepakat mendukung film Aib #Cyberbully yang mengungkap keprihatinan atas kasus-kasus bullying di media social,” pungkasnya.

Sementara Michael Lie, salah satu actor yang ikut membintangi film Aib #Cyberbully menambahkan bahwa film ini memuat moral story yang bisa dipahami penonton film ini, diantaranya adalah soal balasan yang bakal diterima pelaku bullying. Bahwa persekusi, fitnah, berita bohong, ancaman bukanlah tanpa konsekuensi.

“Apalagi bila tindakan bullying ini berujung kematian,” ucap pemeran Cupi dalam film Aib #Cyberbully ini. (men)

Leave a Reply