10 Profesor Unair Dapat Dana Hibah Rp 10 Miliar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Filantropis sekaligus CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir memberikan dana hibah penelitian kepada 10 profesor Universitas Airlangga (Unair) sebanyak Rp 10 miliar untuk memajukan pendidikan dan penelitian di Indonesia.

Seremoni pemberian dana dilakukan disela-sela pengukuhan mahasiswa baru jenjang magister, doktoral, spesialis, dan profesi di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR pada Rabu (8/8/2018).

10 Profesor UNAIR Dapat Dana Hibah 10 Miliar dari Tahir Foundation

Rektor Unair, Prof. Moh. Nasih mengatakan, Unair memiliki top scientist yang karyanya sudah banyak berpengaruh dan memiliki dampak. Mereka (para peneliti, Red) adalah etalase dari kampus ini di luar negeri, karena karyanya banyak disitasi orang lain di luar negeri. Namun disisi lain, selama ini Unair masih kurang di bidang riset.

“Kami tentu tidak ingin Tri Dharma Peguruan Tinggi ini ada yang njomplang dan tidak tegak,” tambahnya .

Karena itu, masih menurut Nasih, Unair ingin mengejar ketertinggalan itu dengan meningkatkan produktifitas dari mereka yang sudah sangat produktif dengan berbagai macam cara, termasuk professorship.

“Kebetulan ada dana hibah Tahir Foundation, ya kita salurkan sesuai dengan amanah beliau (Dato’ Sri Tahir, Red),” lanjut Nasih.

Nasih juga menambahkan, dana hibah sebesar 1 miliar setahun, untuk masa 3 tahun ini tetap akan dilakukan evaluasi dalam satu tahun progres.

“Bisa saja nanti akan kita alihkan ke orang lain yang lebih siap, kalau memang ada penerima yang tidak perform dengan target yang kita minta,” pungkas Nasih.

Adapun 10 profesor yang mendapat dana hibah Tahir Professorship Program diantaranya;

  • Prof. Soetjipto, dr., M.S., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Kedokteran, meneliti tropical infectious disease)
  • Prof. Dr. Kuntaman, dr., M.S., SpMK. (Guru Besar Fakultas Kedokteran, meneliti antimicrobial resistance and infectious disease)
  • Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. (Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi, meneliti structure and function of industrial lignocellulosic complex enzymes)
  • Prof. Dr. Moh. Yasin, Drs., M.Si. (Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi, meneliti fibre sensor and fibre laser)
  • Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA. (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti good government governance)
  • Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak. (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti environmental sustainability and corporate governance)
  • Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, meneliti dinamika persaingan dan kinerja organisasi)
  • Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan, meneliti exploration and development culture technology for seaweed)
  • Prof. Dr. Suharjono, Apt., M.S. (Guru Besar Fakultas Farmasi, meneliti translational medicine)
  • Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, meneliti radikalisme dan intoleransi beragama) (men)

Leave a Reply