Film Siap Gan! Coba Bangkitkan Semangat Nasionalisme pada Anak-Anak Muda

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Satu lagi film Indonesia bergenre drama komedi remaja mulai tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia, Kamis (12/9/2018).

Adalah film SIAP GAN! Yang bercerita tentang seorang gadis putus sekolah tamatan SMP bernama  Nina yang mencoba mengadu nasib di Surabaya. Terhimpit situasi ekonomi ia berniat  mengikuti jejak seorang temannya, Vivi, yang bekerja sebagai  seorang Wanita Tuna Susila.

Namun belum sempat niat Nina terwujud, ia sudah tertimpa sebuah insiden razia di lokasi pertama  kali ia mencari pelanggan, yang kemudian membuatnya terjebak di  sebuah asrama pelatihan PASKIBRA. Di sana Nina bertemu dengan  seorang pria tua bernama Pak Sakiran, Veteran pelaku sejarah,  mantan anggota tentara pelajar.

Film Siap Gan! Coba Bangkitkan Semangat Nasionalisme pada Anak-Anak Muda

Di dalam asrama Paskibra, begitu banyak pengalaman baru untuk Nina yang mengajarkannya untuk lebih menghargai hidupnya. Nina merasakan rasa dan semangat yang berbeda. Di-iringi hentakan musik dan lagu bersemangat “Merah Putihku” dari grup Band KOTAK, jiwa  nasionalisme mulai tumbuh pada diri seorang Nina.

Film garapan Ody C. Harahap ini memilih kota Surabaya sebagai setting lokasi lantaran memiliki kesamaan yang kental dengan pesan film, yang ingin menumbuhkan semangat Nasionalisme kepada anak-anak muda sekarang dan tidak melupakan sejarah Bangsa.

Rini Mentari yang berperan sebagai Nina saat gelaran perdana film Siap Gan! di CGV Cinemas BG Junction, Rabu (12/9/2018)

Bertempat di CGV Cinemas BG Junction, penayangan perdana film SIAP GAN! Dihadiri beberapa pemain utama film ini, diantaranya; Rini Mentari yang berperan sebagai Nina, Yama Carlos sebagai Langga, Qausar Harta Yudana sebagai Prabu.

Menjawab pertanyaan tentang kesulitan dalam melakonkan peran utam yang baru pertama kali dilakukan, Rini mengakui bahwa pada awalnya ini menjadi beban. Namun semua menurutnya menjadi sirna karena tuntutan maksimalisasi peran yang harus dilakukan.

“Apalagi untuk berbicara dengan dialek Suroboyoan, awalnya susah sekali karena saya berasal dari Medan. Tapi ketika saya jalani dengan maksimal, ya hasilnya lumayan juga,” serunya pada kabarsurabaya.com, sambil mencontohkan beberapa kalimat dalam bahasa Suroboyoan.

Sementara Qausar Harta Yudayana yang berperan sebagai Prabu, mengakui bahwa ternyata menjadi bagian dari Paskibra bukan hal mudah seperti kelihatannya.

“Di film ini saya juga harus belajar teknik mengibarkan bendera. Dan ternyata itu agak susah awalnya. Ternyata menjadi Paskibra nggak semudah yang kita lihat,” ujarnya. (men)

Leave a Reply