Play Group Highscope Bali Kunjungi Kapal AL Patkamla Bali

DENPASAR (kabarsurabaya.com) – Sebanyak 13 murid dan 3 pendamping dari Play Group Highscope Bali berkunjung ke Kapal Angkatan Laut (KAL) Patkamla Bali jajaran Pangkalan TNI AL Denpasar untuk mengenal dan melihat langsung kapal perang milik TNI AL sebagai sarana edukasi wisata sekolah, Jumat (21/9/2018).

Murid-murid Playgroup tersebut begitu antusias untuk mengetahui seluk beluk kapal perang ini. Mereka dan para guru pendamping rata-rata belum pernah berada lebih dekat bahkan langsung menaiki kapal perang ini.

Play Group Highscope Bali Kunjungi Kapal AL Patkamla Bali

Guru dan Pendamping dari Playgroup tersebut mengatakan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat Kapal Perang yang dimiliki Pangkalan TNI AL Bali yang selama ini hanya dapat dilihat dari jauh dan dari media cetak saja.

Para murid Play Group Highscope Bali yang didampingi dan diawasi langsung oleh Komandan KAL Tg. Pandangan Letda Laut (P) Eriek Sugianto, Komandan Patkamla Bali Peltu Bah Gede Sudiasa dan anggotanya, serta anggota Potensi Maritim (Potmar) Lanal Denpasar dapat secara langsung naik di kapal perang dan diajak berkeliling ke bagian-bagian KAL Patkamla Bali.

Play Group Highscope Bali Kunjungi Kapal AL Patkamla Bali

“Mereka tetap didampingi sama anggota dan para guru pendampingnya. Anggota juga menjelaskan fungsi-fungsi dari kapalnya sehingga menjadi sarana belajar sejak usia dini tentang kapal perang,” katanya.

Beberapa fasilitas dan peralatan yang menjadi perhatian dari anak-anak siswa itu seperti sistem persenjataannya, navigasi dan perlengkapan komunikasinya.

Selain pengenalan kapal, kata Komandan Kal Patkamla Bali, pihaknya juga memberikan wawasan kebaharian dan kemaritiman bagi para siswa-siswi bahwa nenek moyang Indonesia adalah pelaut yang mampu menjelajah lautan sampai ke luar wilayah nusantara.

“Untuk tingkat anak-anak play group dan TK, pada umumnya kegiatan kunjungan ke kapal angkatan laut ini dimaksudkan sebagai salah satu program tujuan ke tempat-tempat yang bernilai sejarah dan mengandung nilai edukasi,” terangnya. (men)

Leave a Reply