Terbitkan Penetapan Sita Jaminan diluar Sidang, Hakim PN Surabaya Dilabrak Advokat Alexander Arif

SURABAYA (kabarsurabaya.com) –, Hakim PN Surabaya, Ian Manopo yang memeriksa gugatan perdata No 296/Pdt.G/2018/PN.Sby yang diajukan PT Kurnia Jaya Wirabhakti (KJW) dilabrak Advokat Alexander Arif, yang merasa jadi korban mafia peradilan saat perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Alexander selaku kuasa hukum tergugat I  langsung mempertanyakan sikap hakim yang tidak fair, dengan menerbitkan sita jaminan diluar persidangan, kepada Hakim Ian Manopo sesaat ketika keluar dari ruang sidang candra

Terbitkan Penetapan Sita Jaminan diluar Sidang, Hakim PN Surabaya Dilabrak Advokat Alexander Arif

“Ada apa ini pak, kenapa bapak berani seperti ini, tanpa ada pemberitahuan ke kami sebagai tergugat, bapak sudah terbitkan penetapan sita jaminan dan peletakan sita diluar persidangan,” tegur Alexander pada Hakim Ian Manopo di PN Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Hakim Ian Manopo yang menerima pertanyaan langsung seperti itu, terlihat sedikit kelabakan dalam menjawab teguran Alexander. Dan mesti Hakim Ian Manopo mengakui telah menerbitkan penetapan tersebut, namun ia berkilah bahwa sita jaminan yang diterbitkan itu hanyalah untuk sertifikatnya saja.

“Yang kami sita adalah sertifikatnya bukan objek bangunanya,” terang Hakim berdarah Manado ini sembari meninggalkan Alexander.

Alexander sendiri menilai bahwa penetapan Sita jaminan itu baru diketahuinya dari Teddy (panitera pengganti) yang menghubunginya usai persidangan gugatan perkara ini disidangkan dengan agenda kesimpulan yang digelar hari ini.

“Saya taunya dari Tedy, kalau penetapan sita itu sudah diterbitkan tanggal 2 oktober lalu. Bahkan peletakan sita jaminan sudah dilaksanakan tanpa ada pemberitahuan ke kami,” ujar Alexader pada awak media.

Atas masalah ini, Alexander  pun bakal melaporkan hakim Ian Manopo ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA).

“Hakim Ian Manopo ini sudah bertindak seperti Koboi,” tegas Alexander.

Alexander juga menambahkan, pada kasus ini, kliennya bernama Melina Ong digugat oleh PT Kurnia Jaya Wirabhakti (KJW). Dimana dalam gugatan itu, pihak PT KJW menggugat pembatalan jual beli rumah di Margorejo Surabaya  senilai Rp 14 miliar yang telah dibayar tunai oleh Meliana Ong pada 11 September 2015 lalu berdasarkan akte ikatan jual beli (IJB) yang ditanda tangani kedua belah pihak di Kantor Notaris Bil’id Muhdin.

“Anehnya, pembayaran tunai yang sudah dinotariilkan itu diingkari dengan alasan tidak ada pembayaran terhadap jual beli yang masuk ke rekening  PT Kurnia Jaya Wirabhakti dan berdalih tindakan pejualan aset PT itu tanpa RUPS. Padahal saat IJB , Direktur dan Komisaris nya menghadap di notaris dan menandatangani IJB,” lanjut Alexander.

Untuk diketahui, selain menggugat Meliana Ong, Penggugat yakni PT KWJ juga menggugat Notaris Bil’id Muhdin. Gugatan perdata yang disidangkan Hakim Ian Manopo itu meminta pembatalan jual beli rumah yang merupakan aset PT KWJ. (mang/men)

Leave a Reply