Sampoerna Academy Hadir di Surabaya dengan kurikulum Cambridge dan metode STEAM

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sampoerna Academy secara resmi menghadirkan kampus keenamnya di Surabaya, setelah 5 kampus sebelumnya telah hadir di Jakarta, BSD, Sentul dan Medan. Kehadiran kampus ini ditandai dengan peletakkan batu pertama (groundbreaking) kampus Sampoerna Academy oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bersama Direktur Pengembangan Bisnis Putra Sampoerna, Hiu Kurniawan Saputra, serta Direktur Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, di kawasan Pakuwon Indah, Surabaya, Rabu (17/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Mustafa menjelaskan bahwa Sampoerna Academy Surabaya yang akan beroperasi tahun 2019 ini nantinya akan dibuka untuk siswa playgroup, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk tahun 2019 mendatang, akan kami mulai kelas Playgroup dan SD, kemudian baru secara bertahap untuk kelas SMP dan SMA,” terangnya.

dengan peletakkan batu pertama (groundbreaking) kampus Sampoerna Academy Surabaya

Mustafa juga menjelaskan bahwa di era digitalisasi dan masyarakat ekonomi ASEAN telah membawa banyak dampak bagi Indonesia, karena anak-anak Indonesia tidak hanya akan berkompetisi dengan anak-anak dari Negara lain, tetapi jugaberkompetisi dengan cepatnya perkembangan teknologi dan informasi (TI) di Indonesia.

“Kami memahami bahwa tidak mungkin kami memberikan hasil pendidikan yang berbeda dengan metode yang sama dengan sebelumnya dan konvensional. Itulah sebabnya, Sampoerna Academy menawarkan kurikulum Cambridge dan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) yang dirancang khusus untuk mengembangkan cara berpikir anak-anak,” tuturnya,

Direktur Pengembangan Bisnis Putra Sampoerna, Hiu Kurniawan Saputra (kanan) menunjukkan rencana bangunan Sampoerna Academy kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini

Dengan metode STEAM dan Project-Based Learning (PBL), menurut Mustafa, proses pembelajaran di Sampoerna Academy akan bertujuan mengembangkan 4 komponen yaitu; kreativitas, berfikir kritis, komunikasi dan kolaborasi.

“Semua ketrampilan ini akan mendorong siswa-siswi kami untuk memecahkan masalah yang ada dan mendorong mereka menjadi innovator atau entrepreneur di masa depan,” tambah Mustafa.

Sementara walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Sampoerna Academy adalah langkah yang bijaksana dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi era Industri 4.0.

“Kami berterimakasih kepada Samperna yang telah memilih hadir di Surabaya. Karena di era transaksional seperti sekarang ini, masih ada yang peduli dan memikirkan soal pendidikan,” kata Risma.

Menurut Risma, pintar saja tidak cukup. Karena, kalau hanya pintar saja namun tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain berarti dia nggak bisa.

“Karena itu saya berharap Sampoerna Academy dapat membangun karakter human development, serta mampu memberikan motivasi. Jadi kedepannya gak perlu lagi anak-anak Surabaya harus belajar ke Jakarta atau leuar negeri. Cukup di Surabaya saja,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply