Kedubes Belanda Lakukan Kerjasama dengan RS Unair

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair) melakukan penjajakan kerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda (Delegation of the Kingdom of the Netherlands) yang akan berfokus pada penyakit Tuberkulosis, HIV/AIDS, pengembangan kesehatan jantung, Microsurgery, kanker, dan kecantikan.

Kerjasama yang dilakukan di Dharmawangsa Hall RS Unair ini, dihadiri pimpinan RS Unair dan delegasi dari Kedutaan Besar Belanda yang terdiri dari Kementerian Kesehatan Belanda, pengusaha, dan direktur rumah sakit.

Kedubes Belanda Lakukan Kerjasama dengan RS Unair

Prof. dr., Nasronudin, Sp.PD-KPTI selaku Direktur RS Unair mengatakan, Kedutaan Besar Belanda menaruh perhatian besar terhadap RS Unair karena merupakan salah satu rumah sakit pendidikan terkemuka yang ada di Indonesia, serta sudah memenuhi syarat sebagai RS yang kompeten, karena letaknya yang strategis dan memiliki tenaga kesehatan yang punya mumpuni.

“Karena itu saya berterimakasih kepada Health Delegation of the Kingdom of the Netherlands karena telah berkenan hadir,” lanjut Prof. Nasron dalam sambutannya

Alasan lainnya, masih menurut Nasron, RS Unair pada tahun 2019 mendatang, akan melakukan re-akreditasi nasional dan internasional, serta sedang mempersiapkan Global Medical Tourism dengan harapan turis domestik maupun luar negeri bila ingin mendapat pelayanan kesehatan bisa ke RS Unair.

Dalam kesempatan itu pula, selain menjelaskan tentang profil RS Unair yang berisi target dari tahun 2016-2020 dan doctor patient interface pada tahun 2025, Prof Nasron juga menjelaskan tentang peran serta RS Unair dalam menanggulangi bencana di Lombok, yakni dengan mendirikan Rumah Sakit Terapung.

“Selain itu, RS Unair saat ini juga tengah berusaha memecahkan masalah Penyakit infeksi (Global Problems dan National Problem). Bahkan kami juga berperan aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan nasional maupun internasional dengan mendirikan rumah sakit isolasi khusus Infectious Disease (Rumah Sakit Khusus Infeksi/RSKI),” terangnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Amin, dr., Sp.P(K) selaku wakil direktur pendidikan dan riset RS Unair, menjelaskan tentang strategi dan pengembangan, melalui keterlibatan mahasiswa program S3, kesempatan mendapatkan pendanaan, serta jaringan dan kapasitas peningkatan kemampuan. (men)

Leave a Reply