Jalan Sehat HUT Provinsi Jatim ke 73 Dilepas Gubernur

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo bersama Istri Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si melepas jalan sehat peringatan Hari Ulang Tahun ke 73 Provinsi Jawa Timur. Acara yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat itu dilepas di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (11/11/2018) pagi.

Gerak jalan yang menempuh jarak 4 kilometer ini diikuti seluruh kalangan masyarakat dari usia lanjut hingga anak kecil. Sementara untuk rute yang dilalui, dimulai dari gedung negara grahadi (Jl. Gubernur Suryo) menuju monumen bambu runcing (Jl. Panglima Sudirman), patung karapan sapi (Jl. Jendral Basuki Rahmat), dan berakhir kembali di gedung negara grahadi.

Seusai memberangkatkan jalan sehat, Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo itu menyampaikan, bahwa hari ulang tahun Provinsi Jatim merupakan milik masyarakat Jatim. Oleh karena itu, jalan sehat yang digelar ini harus berlangsung gembira dan bisa dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat.

Dr.H.Soekarwo dan Ibu Dra.Hj.Nina Soekarwo Lepas Peserta Jalan Sehat Dalam Rangka HUT Ke 73 Prov Jatim Di Grahadi

Pakde Karwo melihat, hampir semua pegawai ASN di lingkungan Pemprov Jatim hadir dalam kegiatan ini. Karena momen hari jadi Provinsi Jatim merasa ikut memiliki.

“Ribuan masyarakat yang hadir di gedung negara grahadi ini merasa senang, karena HUT ini milik masyarakat luas,” ujarnya.

Pakde Karwo berharap, provinsi yang terletak di bagian timur  pulau Jawa ini selalu diberikan keamanan dan kenyamanan. Terutama agar Provinsi Jatim dijauhkan dari segala macam musibah maupun bencana alam terutama pada pergantian musim yang akan memasuki penghujan.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyinggung soal kerawanan bencana di beberapa wilayah di Jatim. Pergantian musim yang saat ini sedang terjadi, menjadi perhatiannya secara serius.

Jalan Sehat HUT Provinsi Jatim ke 73

Pemprov Jatim telah mengidentifikasi daerah yang rawan bencana seperti banjir. Terutama daerah sepanjang Bengawan Solo mulai dari Kab. Bojonegoro, Tuban, Lamongan hingga Gresik. Tak hanya itu, daerah selatan Jatim yang menjadi langganan rawan bencana longsor juga menjadi perhatian Pakde Karwo.

“Untuk itu, kita sudah kirim surat, daerah mana saja yang rawan terutama longsor dan banjir. Kamis sudah memetakannya dan menyusun beberapa solusinya,” terangnya.

Untuk rawan banjir, Pakde Karwo menyampaikan beberapa solusi yang akan dilakukan. Yakni dengan langkah pengerukan sungai dan peninggian di kawasan sekitar Bengawan Solo. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor, Pemprov Jatim melakukan penanaman pohon tegakan yang mampu menyerap air dan memiliki akar kesamping.

“Tegakan itu, juga bisa menahan longsor. Maka, masyarakat di daerah sekitar rawan longsor bisa bekerja sama dengan perhutani dengan menanam pohon seperti mahoni atau trembesi. Karena, karakter masyarakat kita lebih suka menanam sengon yang 5-6 tahun bisa dipanen,” tegasnya.

Selain antisipasi rawan bencana, pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyampaikan soal kerjasama perdagangan antar provinsi. Pakde Karwo berharap, kerjasama yang dibangun bisa meningkat terutama untuk mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

“Jangan ada lagi impor selama bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Caranya, melakukan hubungan perdagangan dengan provinsi lain,” jelasnya.

Dicontohkannya, jika bahan baku di Jatim kurang, namun di provinsi lain ada, bisa di kerjasamakan. Tak hanya itu, segala keperluan seperti nikel, agro, bawang putih, kedelai juga bisa dilakukan kerjasama perdagangan. “Cara ini menjadi bagian solusi dari mengurangi ketergantungan kita mengatasi impor bahan baku dari negara lain,” imbuhnya.

Bentuk kerjasama lain yang bisa dilakukan, sebut Pakde Karwo, bisa dengan wilayah yang memiliki perbedaan iklim, seperti di daerah sebelah katulistiwa. Karena, menurut Pakde Karwo, di wilayah tersebut ada yang sudah hujan dan masih kemarau. Kondisi tersebut biasanya memiliki komoditi unggulan. Dan keunggulan tersebut bisa dilakukan kerjasama perdagangan antar daerah.

“Bisa saja di Kalimantan cabe bagus, tapi di daerah Sulawesi membutuhkan. Juga DKI Jakarta jika ingin mengambil/membeli beras dari daerah lain bisa dilakukan,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply