Unusa Kembangkan Semangat Kewirausahaan Lewat Penerapan technopreneurship

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) setiap tahunnya selalu menggelar konferensi Internasional. Kegiatan ini pada mulanya lebih difokuskan pada dunia kesehatan yang menjadi fokus pendidikan di Unusa.

Namun seiring dengan berkembangnya fokus pendidikan di Unusa yang juga memasuki dunia pendidikan non-kesehatan, maka gelaran konferensi Internasional juga mengalami pengembangan ke sektor non-kesehatan.

Untuk itulah Unusa menggelar “International Conference on Technopreneur and Education” (ICTE) 2018, dengan mengumpulkan para pakar nasional dan internasional untuk membahas “technopreneurship”.

Unusa Kembangkan Semangat Kewirausahaan Lewat Penerapan technopreneurship

Kegiatan yang dilakukan hari Rabu (14/11/2018) ini, menghadirkan para pembicara diantaranya, Aslam Khan bin Samash Khan (Vice President of Malaysia English Language Teaching Association), Andrew Kelly (Australia International Development), Prof. Muchlas Samani (Indonesia), dan Mahardika pratama B. Eng. M. Sc, PhD.

Seperti dikemukakan Wakil Rektor I Unusa, Prof Kacung Marijan, Unusa punya dua kelompok ilmu besar, yaitu kesehatan dan non kesehatan. Dan pada ilmu kesehatan sudah dua kali diadakan konfrensi internasional. Karena itu pada tahun ini konferensi internasional difokuskan pada ilmu non-kesehatan yakni ekonomi, teknologi dan pendidikan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membagikan gagasan-gagasan penelitian di tiga ranah ilmu non-kesehatan, agar bisa menambah kemampuan para pendidik di Unusa maupun mahasiswa dan masyarakat umum,” terangnya pada kabarsurabaya.com.

Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie (kanan) bersama Andrew Kelly dari Australia International Development

Prof Kacung juga menambahkan, ada sekitar 100 peneliti dan dosen yang ikut ambil bagian dalam konfrensi itu. Dan berbagai paper dari peneliti dan dosen itu nantinya akan dikumpulkan dalam kelompok paralel meliputi tiga ilmu, ekonomi, tenologi,serta pendidikan dan akan dibuatkan buku.

Sementara Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie menambahkan bahwa entrepreneurship telah menjadi bagian dari visi dari Unusa. Karena itu entrepreneurship merupakan salah satu nilai yang ditanamkan di peserta didik dan akademik Unusa dalam proses pendidikannya.

“Kongkretnya, kami mendorong mahasiswa Unusa untuk mampu mengembangkan kewirausahaan. Salah satunya dengan menganggarkan dana hibah yang dikompetisikan secara bergulir untuk mahasiswa, guna merangsang mereka berwirausaha,” tegasnya.

Dan dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerjasama untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Unusa dalam bidang mendidikan Bahasa Inggris, antara Rektor Unusa Prof. Dr. Ir.  Achmad jazidie, M. Eng. dengan Aslam Khan bin Samash Khan selaku Vice President of Malaysia English Language Teaching Association. (men)

Leave a Reply