Kemenhub lewat Poltekpel Surabaya Rangkul ITS Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebagai kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan sebelumnya antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, maka hari ini dilakukan kesepakatan kerja sama antara ITS dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penelitian bersama (joint research) dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan Direktur Poltekpel Surabaya, Capt. Heru Susanto, MM dengan Rektor ITS, Prof Ir. Joni Hermana, M.Sc.Es, Ph.D ini, juga disaksikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub RI, Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc, serta Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Ir Patdono Suwignjo MEngSc., dan para Kepala UPT di Lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan dan jajaran Manajemen ITS.

Kemenhub lewat Poltekpel Surabaya Rangkul ITS Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Ir Umiyatun Hayati Triastuti MSc menjelaskan bahwa adanya kerja sama antara kementerian dan perguruan tinggi (PT) ini merupakan bagian dari tugas Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu pendidikan dan pelatihan.

“MoU sudah dilakukan sebelumnya antara pak Menhub (Ir Budi Karya Sumadi, red) dengan pak Rektor (Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, red), sebagai tindak lanjut dari program Kemenhub, yakni Diklat Pendidikan dan Pelatihan,” jelasnya seusai penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan di Rektorat ITS, Jumat (23/11/2018).

Umiyati juga menambahkan, adanya target Diklat Pendidikan dan Pelatihan (DPM) hingga 165 ribu orang di tahun depan, membuat Menhub mengarahkan dirinya dan tim agar berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia, salah satunya dengan ITS.

“Dengan demikian, jangan sampai ada daerah yang tertinggal dari program DPM, apalagi sampai salah sasaran,” lanjut Umiyati.

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan Direktur Poltekpel Surabaya, Capt. Heru Susanto, MM dengan Rektor ITS, Prof Ir. Joni Hermana, M.Sc.Es, Ph.D disaksikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub RI, Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc, serta Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Ir Patdono Suwignjo MEngSc.,

DPM di Kemenhub, masih menurut Umiyati, diarahkan untuk meningkatkan kinerja safety (keselamatan) pada bidang transportasi, karena safety merupakan aspek utamanya. Selain itu, DPM ini juga sebagai pengembangan masyarakat, supaya masyarakat bisa mendapatkan akses pekerjaan pada bidang keahlian tertentu.

“Sehingga ketika diperlukan, masyarakat bisa membantu program ini,” ujar perempuan berkacamata ini.

Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Dr Ir Patdono Suwignjo MEngSc, yang turut hadir dalam penandatanganan tersebut, memberikan tanggapan bahwa kolaborasi seperti ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat lebih baik.

“Agar nantinya juga dapat mendukung program pemerintah, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya perguruan tinggi,” terangnya, sambil menegaskan bahwa pada prinsipnya Kemenristekdikti sangat mendukung hal ini.

Dikesempatan yang sama, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD juga menambahkan, akan segera menindaklanjuti kerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

“Beberapa masyarakat yang terpilih pada bidang tertentu akan kami berikan pelatihan,” ujar Joni.

Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menambahkan, untuk ke depannya, seperti juga lulusan ITS yang tidak hanya sekedar mendapat ijazah, namun juga diberikan sertifikasi sesuai keahlian. Hal ini juga akan diterapkan pada peserta didik di Poltekpel Surabaya.

“Nantinya akan coba kami kembangkan melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang ada di ITS, sehingga nantinya lulusan Poltekpel tidak hanya mendapat ijazah, tetapi juga mendapat sertifikasi yang dapat menunjang karir profesional mereka pada bidangnya masing-masing,” pungkas Joni. (men)

Leave a Reply