Mantan Ketua BPK Dilantik Jadi Guru Besar FEB Unair

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Ketua Badan Pemeriksan Keuangan RI periode 2014-2017, Prof. Harry Azhar Azis, MA., PhD dilantik menjadi guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair).

Dalam prosesi pengukuhan guru besar yang dilakukan oleh Rektor UNAIR Prof Moh Nasih pada Senin (26/11/2018) di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus C Unair itu, Prof Harry Azhar menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pemeriksaan Keuangan Negara: Upaya Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Dengan dikukuhkannya Prof. H. Harry Azhar Azis, MA., PhD, maka FEB memiliki 24 guru besar aktif. Dan jabatan guru besar ini menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik karena semakin banyak guru besar menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang Unair miliki.

Mantan Ketua BPK Dilantik Jadi Guru Besar FEB Unair

Sebelumnya, FEB hanya memiliki satu guru besar aktif di bidang ilmu ekonomi, setelah beberapa guru besar pensiun. Prof. Harry Azhar Azis, MA., PhD akan menjadi guru besar aktif ke-24 di FEB dan ke-183 Unair.

Dalam orasi ilmiahnya dikatakan bahwa pengelolaan keuangan negara semakin hari semakin baik dan diawasi serta diperiksa dengan baik pula.

“Namun demikian, pemeriksaan keuangan negara masih menekankan pada prinsip kepatuhan pada perundang-undangan dan belum pada tanggung jawab untuk terciptanya kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unair mengatakan bahwa Prof Harry Azhar sejak tiga tahun lalu menjadi dosen tidak tetap di FEB Unair. Dan sejak 20 Juli 2018, Prof Harry Azhar mendapatkan SK dari Kemenristekdikti mendapat gelar akademik guru besar atau profesor. Gelar akademik itu didapatkan salah satunya memeriksa audit yang dia lakukan bermanfaat untuk masyarakat.

“Audit menjadi proses pemeriksaan keuangan yang terus berkembang dari masa ke masa. Dalam implementasinya, ketika pemeriksan terus berkembang, mengharuskan keterkaitan antara pemeriksaan dan kesejahteraan di masyarakat,” terang Prof Moh Nasih.

Rektor juga mengusulkan adanya perubahan pada audit yang dilakukan oleh BPK. Terutama atas perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0. Selain itu, rektor berpesan agar BPK turut mendukung percepatan perubahan pada instansi-instansi terkait yang dilakukan audit.

“Dengan karya yang begitu banyak (7 buku, 17 paper pada berbagai jurnal, dan 302 makalah terkait dengan ekonomi dan keuangan) serta pengalaman di berbagai organisasi, badan legislatif, hingga menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tentunya itu menjadi modal yang besar untuk memberikan pengajaran, bimbingan, dan penelitian di FEB,” pungkas Prof Nasih. (men)

Leave a Reply