Sipoa Grup Kembali Bayar Dana Refund RP 9,7 Milyar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Untuk kedua kalinya dalam dua pekan ini, Sipoa Grup kembali membayar dana refunds kepada 73 orang konsumen dari kelompok Dikky Setiawan dan kawan-kawan, dengan nilai total sebesar Rp 9,159 milyar, setelah pecan sebelunya, 14 orang konsumen juga telah menerima refunds sebesar Rp 2,7 milyar.

Dengan demikian, Sipoa Grup telah melunasi seluruh kewajiban refunds 87 orang konsumen, yang perkaranya mulai disidang di PN Surabaya (6/12/2018) lalu, dengan agenda pembacaan Surat Dakwaan tersebut.

Sipoa Grup Kembali Bayar Dana Refund RP 9,7 Milyar

Refund yang langsung diberikan oleh Sipoa Grup, di Bank BCA Rungkut, Jl. Raya Kendangsari Industri No. 2, Kota Surabaya hari ini (10/12/2018), diterima oleh konsumen, diantaranya; Dikky Setiawan, Khumayati, Satria Gunawan, Edy Soehartono, Edi Harsono Pratikno, Agung Nugroho, dan lain-lain.

“Melalui TB2, Sipoa Grup menanti permintaan dari konsumen lainnya yang menghendaki solusi cepat dalam bentuk cash dan pemberian hak tanggungan, yang akan diberikan tanpa ada pemotongan apapun,” ujar Sugeng Teguh Santoso, SH, kuasa hukum Sipoa Grup.

Sugeng juga mengatakan, hingga saat ini ada 125 orang konsumen yang telah menerima refunds. Sedangkan 200 orang konsumen lainya yang tergabung dalam TB2 sudah menerima jaminan refunds, berupa asset 7 bidang tanah milik persero senilai Rp 40 milyar.

Sipoa Grup Kembali Bayar Dana Refund RP 9,7 Milyar1

Pemberian jaminan itu sejenis model hak tanggungan, berjangka waktu selama 6 (enam) bulan. Apabila dalam tempo 6 bulan Sipoa Grup gagal bayar, 200 orang konsumen tersebut dapat menjual aaset milik Sipoa Grup yang dijaminkan, dengan kuasa jual yang dimilikinya.

“Refunds untuk sisa seluruh konsumen bila ingin cepat lebih baik memakai role model TB2. Sipoa Grup memiliki asset jauh lebih dari cukup dibandingkan dengan total nilai kewajibannya dengan konsumen. Sipoa Grup lebih rela asset persero jatuh ke tangan konsumen dari pada dicaplok mafia,” ujar Sugeng lagi.

Terlunta-luntanya pelaksanaan refunds ini, menurut Sugeng, karena selama ini ada oknum yang selalu merintangi itikad baik Sipoa Grup yang ingin mengembalikan uang konsumen, baik melalui refund tunai, maupun dengan memakai role model TB2.

“Rintangan itu datang dari oknum yang memiliki latar belakang memberikan pebantuan kejahatan kepada kelompok mafia yang ingin mencaplok asset Sipoa Grup. Oknum ini yang menghendaki penyelesaian masalah ditempuh melalui hukum pidana, meskipun masalahnya sendiri adalah pekara yang masuk dalam ranah perdata,” lanjut Sugeng.

Sugeng juga menambahkan, rintangan juga datang dari oknum yang berperan sebagai koordinator yang menerapkan pemotongan uang hingga mencapai 30% dari total uang refund yang diterima konsumen. Padahal Sipoa Grup tidak memberlakukan adanya pemotongan.

”Inilah problemnya selama ini. Karena itu, untuk menghindari adanya pemotongan, disarankan konsumen lebih baik berhubungan langsung dengan Sipoa Grup melalui TB2,” ujar Sugeng. (men)

Leave a Reply