BPJS Kesehatan Selamatkan Keluargaku. Ini ceritanya….

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pepatah yang mengatakan “Sehat itu Mahal” mungkin tidak salah. Karena siapapun, ketika orang yang disayanginya sakit, maka segala upaya akan dilakukan untuk menyembuhkannya. Tak jarang hal ini berakibat pada habisnya harta kekayaan seseorang karena biaya perawatan yang mahal.

Hal ini pula yang dialami pak Richard dari bendul merisi Surabaya. Ketika mengetahui istri tercintanya Mawar, mengalami masalah dengan ginjalnya, maka segala cara dilakukannya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita istrinya.

Proses cuci darah di rumah sakit

“Ketika saya mengetahui bahwa ginjal istri saya mengalami masalah, saya benar-benar sedih, bingung, kuatir dan banyak perasaan lain yang berkecamuk dikepala saya,” terangnya pada kabarsurabaya.com.

Bahkan menurut Richard, ada ketakutan masalah keuangan untuk biaya pengobatan yang dikuatirkan bisa menghabiskan semua hartanya yang tidak terlalu banyak karena memang hidupnya hanya pas-pasan.

Meski memiliki kartu BPJS Kesehatan (JKN-KIS), namun ternyata Richard masih ragu apakah semua biaya berobat istrinya bisa di cover BPJS. Ini diakui Richard, karena sering mendapat informasi bahwa BPJS hanya menjamin dalam waktu tertentu atau terbatas.

“Jujur saya takut kalau harta saya yang sedikit ini akan habis untuk biaya pengobatan. Terus bagaimana dengan masa depan anak-anak saya? Mereka juga masih butuh biaya untuk kedepannya,” jelas Richad.

Kekhawatiran dan kesedihan Richard tentu hal yang wajar, karena disatu sisi, bagaimanapun, keselamatan dan kesehatan istrinya menjadi hal yang sangat penting juga.

“Alhamdulilah, ketika saya mulai mengobati istri saya dengan menggunakan kartu BPJS, ternyata gak ada masalah dan semua biaya dan obat ditanggung BPJS,” lanjut Richard.

Namun meski setelah menjalani pengobatan dan melakukan cuci darah berkali-kali, nyawa Mawar tidak tertolong karena kondisi fisiknya yang terus menurun.

Namun mesti merasakan kesedihan yang besar karena ditinggal istri tercinta, tapi Richard tetap bersyukur pada Allah karena dengan bantuan BPJS Kesehatan, rumah tangga dan keluarganya serta anak-anaknya masih diselamatkan dari kemiskinan bila tidak memiliki kartu BPJS.

“Meski saya kehilangan istri saya yang saya cintai, tapi berkat BPJS, saya gak harus jatuh miskin karena saya sadar sakit ginjal istri saya pasti membutuhkan biaya besar,” terang Richard.

Selain berterima kasih pada BPJS, Richard juga menyampaikan harapannya pada masyarakat lain, agar menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri bila merasa ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya.

“Jangan sampai seperti saya yang terlambat memeriksakan istri saya, padahal saya sudah punya kartu BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply