Kejati Jatim Masih Buru 54 DPO

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur masih memburu para terpidana baik yang berkaitan dengan kasus korupsi, maupun yang berkaitan dengan tindak pidana umum. Saat ini, 54 orang terpidana itu sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bidang intelijen Kejati Jatim.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, DR. Sunarta, SH, MH mengatakan, sepanjang tahun 2018, bidang intelijen Kejati Jatim dan jajarannya, sudah berhasil menangkap 11 orang DPO dari tempat persembunyiannya, baik di wilayah Jawa Timur, maupun di luar wilayah Jawa Timur.

Kejati Jatim Masih Buru 54 DPO

“Jumlah DPO yang sudah berhasil kami tangkap ada 11 orang. Saat ini, kami sedang memburu 54 orang DPO lagi. Dengan kecanggihan alat yang kami miliki, kami optimis 54 DPO ini dalam waktu dekat akan tertangkap,” ungkap Sunarta, saat menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Kinerja Kejati Jatim dan jajarannya bersama wartawan, Jumat (28/12/2018).

Selain memaparkan jumlah DPO yang belum tertangkap, Sunarta juga menyampaikan apresiasi kinerja bidang intelijen delapan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ada di Jawa Timur. Delapan  kejari ini berhasil menangkap DPO yang perkaranya ada diwilayah hukum mereka masing-masing dan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Dalam hal memburu keberadaan DPO, Sunarta mengatakan, bidang intelijen Kejari Situbondo dan Kejari Surabaya harus bersaing ketat. Berdasarkan data bidang intelijen Kejati Jatim, sepanjang tahun 2018, bidang intelijen Kejari Situbondo sudah menangkap 3 orang DPO. Untuk bidang intelijen Kejari Surabaya sendiri berhasil menangkap 2 orang DPO.

“Selanjutnya, Kejari Sidoarjo, Kejari Jember, Kejari Sampang, Kejari Sumenep, Kejari Kota Madiun dan Kejari Kota Malang. Enam kejari ini, sepanjang tahun 2018, sudah menangkap masing-masing 1 DPO,” papar Sunarta. (men)

Leave a Reply