Pelajar Indonesia Juarai Lomba Komik Internasional UNICEF

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Rizka Raisa Fatimah Ramli, siswa berusia 17 tahun dari Makassar, Indonesia, menjuarai lomba komik dunia yang diselenggarakan oleh UNICEF dan Comics Uniting Nations untuk membantu menjaga anak-anak dan remaja dari kekerasan di dalam dan di sekolah.

“Cipta” – nama tokoh tersebut, adalah pahlawan super yang dikisahkan memberi anak-anak buku sketsa untuk menggambar benda-benda yang kemudian menjadi nyata dan menghentikan kekerasan serta intimidasi.

Rizka Raisa Fatimah Ramli, siswa dari Makassar, Indonesia, yang menjuarai lomba komik dunia

“Saya membuat Cipta untuk menarik perhatian pada kekerasan dan perundungan (bullying) yang dihadapi anak-anak di Indonesia dan di seluruh dunia setiap hari,” kata Rizka Raisa Fatimah Ramli.

Melalui menggambar, Rizka menjelaskana bahwa dirinuya merasa karakternya hidup dan ia punya kendali atas pelaku bullying.

“Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak, untuk menceritakan kisah mereka dan jika mereka tidak bisa mengatakannya secara langsung, maka mereka bisa melakukannya dengan menggambar,” tambah Rizka.

Pelajar Indonesia Juarai Lomba Komik Internasional UNICEF

Lomba komik yang diluncurkan oleh UNICEF dan Comics Uniting Nations pada Oktober 2018 ini, mengajak anak-anak dan remaja untuk menciptakan superhero komik untuk mengalahkan The Silence (Sang Senyap, dalam Bahasa Indonesia), karakter supranatural yang menggunakan kekuatan untuk menghentikan anak anak yang ingin berbicara dan mengambil tindakan melawan kekerasan di sekitar sekolah.

Hampir 3.600 karya dikirim dari lebih 130 negara, dan pemenang ditentukan dari 23.000 suara yang ikut memiliih di situs web.

Rizka akan berkolaborasi dengan tim profesional untuk menghasilkan buku komik lengkap yang menampilkan ‘Cipta’. Nantinya, komik itu akan dipamerkan kepada para pemimpin dunia di Forum Politik Tingkat Tinggi (High Level Political Forum) tentang Pembangunan Berkelanjutan di Markas PBB New York pada Juli 2019, serta didistribusikan ke sekolah-sekolah dan anak-anak di seluruh dunia.

“Jumlah karya yang kami terima sangat luar biasa dan membawa pesan yang kuat bahwa anak-anak dan remaja ingin memecah kesenyapan terhadap kekerasan dan intimidasi di sekolah,” kata Direktur Komunikasi UNICEF, Paloma Escudero.

Dari perkelahian dan intimidasi hingga pelecehan seksual dan hukuman fisik, kekerasan di dalam dan di sekitar sekolah dapat memiliki konsekuensi jangka panjang yang menghancurkan bagi anak-anak. Karena itu pula, lomba komik superhero global ini dirancang untuk mendorong anak-anak dan remaja agar menjadi bagian dari kampanye global UNICEF untuk menyingkap dan bertindak demi mengakhiri kekerasan di sekolah melalui media kreatif desain komik. (men)

Leave a Reply