Pembangunan Kesehatan dan Pendidkan Jadikan Jawa Timur Makin Sejahtera

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Salah satu alasan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, karena pembangunan kesehatan dan pendidikan menjadi fokus utama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hal ini dikatakan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo di acara silatuhrami dengan seluruh Pejabat dan Staf di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemprov Jatim di Ruang Hayam Wuruk lantai 8, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110 Surabaya.

“Kita tidak bisa berbicara peningkatan kesejahteraan, jika tidak mengurus dua hal, yaitu kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo menambahkan, saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Ia banyak membaca buku tentang kesehatan, isinya tentang promotif dan preventif, seperti pemberantasan malaria.

Gubernur Jatim Beserta Ibu Dra.Hj.Nina Soekarwo Hadir Pada Acara Silaturahmi Di Lingkungan Pemprov Jatim

“Dari awalnya jadi bahan kampanye, kemudian ini menjadi program utama kami ketika terpilih sebagai gubernur,” tambahnya.

Gubernur kelahiran Madiun ini juga menjelaskan, berkat fokus mengurus kesehatan dan pendidikan, masyarakat Jatim kian sejahtera. Hal ini dibuktikan dari data BPS, dimana pendapatan per kapita masyarakat Jatim saat ini mencapai Rp. 55,81 juta per tahun, atau naik hampir sebesar 400 persen dari tahun 2008, yang hanya sebesar Rp. 16,8 juta per tahun.

“Ini karena kesehatan dan pendidikan kita bagus, makanya produktivitas bisa meningkat,” lanjut Pakde Karwo.

Salah satu yang luar biasa, imbuh Pakde Karwo, adalah pendidikan tentang begitu besarnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Salah satu indikatornya adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nya terkendali, yakni 0,560 atau yang terendah di Indonesia.

“Total Fertility Rate-nya juga hanya 1,91. Jadi bukan dua anak cukup, tapi 1,91 anak cukup. Jadi korelasi positifnya, kaum perempuan di Jatim sangat berpendidikan dan produktif. Ini berkat dua kekuatan besar dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan,” imbuhnya.

Makin sejahteranya masyarakat Jatim, lanjut Pakde Karwo, adalah Usia Harapan Hidup (UHH) Jatim yang kini mencapai 71 tahun. Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim mencapai 70,6. Serta, angka penurunan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan, yakni dari 18,61% menjadi 10,85 %.

“Masyarakat Jatim pun kini sangat rasional sekali, tidak terlalu banyak membeli yang diinginkan, tapi membeli yang dibutuhkan. Sehingga inflasi kita rendah sekali, hanya 2,86%,” terangnya. (men)

Leave a Reply