ITS Buka Prodi S1 Studi Pembangunan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pembangunan di Indonesia masih memiliki beberapa permasalahan mendasar, di antaranya adanya jarak antara berbagai disiplin keilmuan dengan elemen masyarakat. Bertujuan mengatasi permasalahan tersebut,

Tahun ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka program studi (Prodi) jenjang sarjana (S1) Studi Pembangunan (SP) yang masuk dalam kelompok sosial humaniora (soshum).

Menurut Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT) ITS, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc, Prodi ini berbeda dengan prodi Ekonomi Pembangunan yang sudah ada di sejumlah perguruan tinggi lain.

Dekan FBMT ITS Prof Udisubakti Ciptomulyono (kanan) didampingi Dr M Nurif (kiri)

“Bila yang ada selama ini lebih difokuskan pada pembangunan ekonomi, maka pada Prodi S1 SP di ITS ini lebih mengedepankan pembangunan dalam bidang sosial dengan didukung teknologi sesuai latar keilmuan di ITS,” jelasnya, Rabu (6/1/2019).

Pria yang juga dosen Teknik Industri ITS ini menambahkan, pendirian Prodi S1 SP ini merupakan jawaban atas permasalahan yang terus-menerus terjadi dalam proses pembangunan negeri. Dimana yang sering terjadi, pembangunan diambil langkah hanya berdasar satu atau dua dimensi keilmuan.

“Ini pula yang sering menciptakan pembangunan yang kurang sesuai dengan masyarakat sebagai target pembangunan itu sendiri,” tambahnya.

Atas latar belakang itu pula, tim pendiri Prodi S1 SP yang terdiri dari enam dosen ITS melanjutkan usaha pendirian prodi baru yang telah diwacanakan dibuka sejak tiga periode pergantian rektor ITS belakangan ini. Dari keenam orang tersebut, minimal terdapat empat orang dosen di antaranya yang berasal dari bidang studi linier dengan bidang ilmu Studi Pembangunan.

“Sedangkan untuk dosen pengajar sendiri, akan diangkat dari dosen Soshum ITS dari beberapa disiplin ilmu,” imbuh pria yang biasa disapa Udi ini.

Seperti namanya, terang Udi, prodi ini merupakan disiplin ilmu yang mempelajari, menganalisa, menentukan dan memutuskan segala hal yang berhubungan dengan proses pembangunan. Dalam pembelajarannya sendiri, prodi ini memiliki tiga pilar utama yakni ekonomi, sosial, dan hukum.

Melalui tiga pilar ini, Prodi S1 SP bertujuan menciptakan platform pembangunan dengan memperhatikan serta lebih dekat kepada masyarakat. Selain juga akan melibatkan wawasan maritim.

“Hal ini mengingat ITS merupakan perguruan tinggi yang fokus dalam pengembangan maritim di Indonesia,” ujarnya.

Prodi S1 SP ini sudah mulai dibuka tahun ini dan dapat dimasuki para calon mahasiswa baru angkatan 2019. Jalur masuk yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan prodi-prodi lain di ITS, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 15 kursi, seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 20 kursi, dan jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) 15 kursi. (men)

Leave a Reply