BPJS Selamatkan Nyawa Anakku

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Nyawa seorang anak tentu merupakan nyawa bagi orang tuanya juga. Ini pula yang terjadi pada pak Iwan di Surabaya yang tidak pernah menduga nyaris kehilangan anak yang dikasihinya, Lisa Sulistyawati.

“Awalnya saya sama sekali tidak menyangka bahwa anak saya yang masih SMA bisa terserang penyakit jantung. Karena saya berfikir bahwa sakit jantung hanya diderita oleh orang yang sudah usia cukup,” katanya pada kabarsurabaya.com.

Iwan yang berasal dari keluarga biasa aja memang tidak pernah menyangka ketika suatu hari anaknya menyampaikan keluhan rasa sakitnya di dada kiri dan terkadang rasa nyeri itu sampai membuat anaknya menangis.

BPJS Selamatkan Nyawa Anakku (ilustrasi operasi jantung)

Iwan memang tau bahwa sewaktu kecil anaknya memang pernah mengalami permasalahan dengan jantungnya. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu hingga dewasa tidak pernah ada keluhan. Ka rena itu ketika anaknya merasa sakit di dada kiri, ia tidak menduga itu sakit jantung. Ia hanya menduga anaknya masuk angin parah.

Namun setelah di kerokin dan di gosok dengan obat gosok, rasa sakit anaknya tidak hilang dan bahkan nafasnya mulai terganggu, Iwan mulai cemas dan segera membawa anaknya ke puskesmas.

“Wah ini anak bapak terkena serangan jantung, segera di bawa ke rumah sakit (RS) aja pak. Saya segera buat rujukannya,” terang Iwan menirukan perkataan petugas puskesmas.

Tentu saja rasa terkejut dan takut segera dirasakan Iwan yang tanpa piker panjang langsung membawa anaknnya ke RS.

“Syukur pada Tuhan, begitu sampai di RS langsung ditangani dengan cepat. Bahkan sampai operasi, sehingga nyawa anak saya dapat diselamatkan, meski saya pakai BPJS,” tambah Iwan.

Iwan mengaku sangat bersyukur karena ia menjadi peserta JKN/KIS (BPJS) karena untuk penyakit jantung bahkan harus operasi seperti yang terjadi pada anaknya, tentu membutuhkan biaya yang besar.

“Saya gak tau lagi kalau seandainya saya gak punya BPJS. Mungkin nyawa anak saya tidak akan tertolong karena saya gak punya biaya untuk operasi,” terangnya sambil menitikkan air mata.

Memang biaya kesehatan itu mahal. Namun dengan adanya BPJS, menurut Iwan, itu sangat membantu sekali, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki dana lebih.

“Saya benar-benar mengucap syukur pada Tuhan yang sudah menyelamatkan anak saya. Dan saya mengucapkan terima kasih pada BPJS yang menjadi sarana keselamatan anak saya,” pungkasnya.

Biaya kesehatan memang mahal, tetapi dengan cara gotong royong (melalui BPJS, red) maka tentunya akan banyak orang yang bisa terselamatkan. (men)

Leave a Reply