BBPOM Surabaya Lakukan Sosialisasi Obat Tradisional Bersama Anggota Komisi IX DPR RI

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Balai Besar Pengawasan Obat & Makanan (BBPOM) di Surabaya menggelar sosialisasi terkait keamanan obat tradisional, di Multifunction Room BG Junction Surabaya, Selasa (19/2/2019). Sosialisasi ini dilakukan terkait masih maraknya peredaran obat obatan tradisonal yang belum berizin dan belum diketahui keamanannya.

Kegiatan yang dihadiri kepala BBPOM Surabaya, I Made Bagus Garametta dan Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Lucy Kurniasari ini, pada dasarnya ingin mengajak masyarakat untuk lebih teliti dan berhati hati dalam membeli obat obatan tradisional.

BBPOM Surabaya Lakukan Sosialisasi Obat Tradisional Bersama Anggota Komisi IX DPR RI

“Dengan memahami dan mengetahui cara melihat obat-obat tradisional yang benar, legal dan bisa dipertanggungjawabkan, maka masyarakat diharapkan bisa memilih dan membeli produk yang aman,” terang I Made Bagus.

Bagus juga menjelaskan, bahwa pada prinsipnya untuk melihat apakah obat-obat tersebut aman atau tidak, maka yang pertama adalah melihat apakah obat itu sudha terdaftar di Badan POM atau belum. Kalau sudah terdaftar di Badan POM maka ada kode TR atau TI dan diikuti oleh 9 angka dibelakangnya.

“Karena itu kalau mau membeli obat, pilihlah obat yang sudah terdaftar di Badan POM. Kemudian lihat nama produknya, lihat kemasan apakah masih baik atau sudah rusak, lalu cek ada ijin edarnya atau tidak, serta cek tanggal kadaluarsanya,” terang Bagus.

Yang perlu diwaspadai juga menurut Bagus, adalah ketika kita minum obat tradisional atau jamu dan efeknya langsung cespleng, maka patut di waspadai adanya bahan kimia dalam jamu tersebut.

BBPOM Surabaya Lakukan Sosialisasi Obat Tradisional Bersama Anggota Komisi IX DPR RI

“Makanya kalau masyarakat tau ada indikasi yang tidak benar pada jamu atau obat tradisional yang dijual disekitarnya, jangan segan-segan untuk melaporkan ke Badan POM, agar segera bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Sementara anggota Komisi IX DPR/MPR RI, Lucy Kurniasari menilai bahwa kegiatan sosialisasi merupakan langkah yang efektif dalam memberikan edukasi pada masyarakat secara langsung, khusunya mengenai bagaimana mengenal obat tradisional yang ama dikonsumsi.

“Kan dalam kegiatan sosialisasi seperti sekarang ini, selain masyarakat mendapat penjelasan secara langsung, juga masyarakat bisa langsung menannyakan hal-hal yang dirasa kurang dipahami terkait obat-obat tradisional,” terangnya.

Dan tentunya, lanjut Lucy, dengan mendapat informasi yang benar, maka masyarakat juga bisa lebih cerdas dalam memilah dan memilih obat tradisional seperti apan yang aman dan memang bermanfaat.

“Apalagi di sini hadir dari berbagai kalangan masyarakat seperti; Kader Bunda PAUD, kader Posyandu, kader Ibu Pemantau Jentik (Bumantik), Rumantik (Guru Pemantau Jentik), Siswa Pemantau Jentik (Wamantik), kader KB, dan lainnya. Tentunya informasi ini bisa juga disebarkan pada masyarakat lebih luas lagi,” tambah Lucy. (men)

Leave a Reply