Masih Pemanasan, 500 Customer Sipoa Serbu Kantor Kejati Jatim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pertemuan antara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Soenarta, dengan Masbuhin penasehat hukum Paguyuban Customer Sipoa (PCS) dan beberapa perwakilan anggota PCS yang terjadi Senin (18/2/2019) berakhir deadlock.

Tak adanya titik temu ini, dijawab para customer dengan demo pada Selasa (19/2/2019). Sebanyak 500 konsumen Sipoa yang tergabung dalam PCS benar-benar menyerbu kantor Kejati Jatim yang beralamat di Jalan A. Yani Surabaya.

Massa pendemo dari Paguyuban Customer Sipoa (PCS) menutup akses keluar masuk Kejaksaan Tinggi Surabaya

Meski Demo baru akan di mulai pukul 07.00 Wib, tetapi massa sudah mulai berdatangan ke kantor Kejati Jatim sejak pukul 05.30 Wib, dengan membawa atribut demo seperti spanduk dan banner.

Para konsumen Sipoa ini mulai meneriakkan kekesalan mereka atas ulah jaksa Kejati Jatim yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk perkara nomor : LPB/373/III/UM/2018/Jatim dengan terdakwa Ir. Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa, yang mengajukan upaya hukum banding pada hari Jumat (15/2/2019), beberapa saat setelah pembacaan vonis yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Massa konsumen Sipoa ini, juga berusaha menarik perhatian para pengguna jalan A. Yani Surabaya dengan spanduk-spanduk yang dibentangkan di sisi Jalan A. Yani Surabaya.

Selain itu, dalam aksi demo ini, juga disiapkan mobil truk yang sudah dimodifikasi sebagai panggung untuk berorasi.

Masih Pemanasan, 500 Customer Sipoa Serbu Kantor Kejati Jatim

Edi Sucipto, koordinator aksi demo dalam orasinya mengecam sikap kejaksaan yang masih bersikukuh tidak mau mencabut upaya hukum banding yang sudah dimasukkan di PN Surabaya.

“Akibat ulah jaksa dengan mengajukan banding itu, keinginan kami untuk mendapatkan refund dari Sipoa jadi terbengkalai dan terancam gagal,” ujar Edi.

Padahal, lanjut Edi, pengembalian uang para nasabah ini, tinggal selangkah lagi. Begitu semua barang bukti diterima para terdakwa, keinginan para konsumen untuk mendapatkan uangnya kembali, akan terlaksana, karena total barang bukti yang disita penyidik itu jumlahnya mencapai Rp. 1,5 triliun.

Sebagai bentuk aksi protes atas upaya hukum banding yang sudah dilakukan jaksa tersebut, massa mengikat pintu masuk sisi Selatan Kejati Jatim dengan tali dan memasang tulisan tolak banding di pintu pagar itu.

Bukan hanya itu, truk audio yang dipakai untuk orasi koordinator akai demo, juga diparkirkan tepat di depan pintu masuk utama Kejati Jatim, sehingga menghalangi kendaraan yang akan masuk maupun keluar kantor Kejati Jatim. (men)

Leave a Reply