Tempo Scan Group Gelar Program Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Gizi memiliki peranan yang sangat pentlng dalam proses tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi pada usia dini akan berpengaruh pada pertumbuhan anak, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Tentunya banyak faktor yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah kurangnya akses lnformasi mengenai nutrisi seimbang serta faktor pendapatan keluarga, sehingga orang tua tidak bisa memberikan asupan gizi yang tepat pada anak.

Untuk itulah, Tempo Scan Group bekerja sepenuh hatl menghadirkan Program ”Wujudkan Generasi lndonesia Bergizi dan Sehat”, yang merupakan kegiatan CSR “Indonesia Tersenyum” dari Tempo Scan Group, dalam bentuk pemberian bantuan tambahan nutrisi dan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (kiri), Puti Guntur Soekarno, dan President Director Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi dalam acara Program Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat

President Director Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi mengatakan, program ini ditujukan bagi anak-anak yang berusia 1 tahun keatas dengan kondisi gizi kurang dan masuk dalam golongan keluarga ekonomi lemah/miskin, melalui pemberian tambahan nutrisi yang diberikan kepada anak-anak tersebut secara berkesinambungan dalam kurun waktu sekitar 90 hari.

“Selain itu, nantinya para orang tua dari anak-anak tersebut juga akan diberi edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sekaligus pencegahan penyakit, termasuk pengaykit demam berdarah,” terangnya di Surabaya, Kamis (21/2/2019).

Handojo juga menambahkan, program “Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” merupakan bentuk tanggung jawab sosial Tempo Scan Group terhadap masyarakat Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2017.

”Melalui program ini, Tempo Scan Group ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk turut berpartisipasi guna mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi anak Indonesia melalui pemberian nutrisi yang tepat, sehingga dapat mewujudkan Generasi Indonesia yang Bergizi dan Sehat,” tegas Handojo.

Tempo Scan Group Gelar Program Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat

Pelaksanaan Program ”Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” di tahun 2019 ini, akan menjangkau beberapa wilayah di provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan total estimasi penerima bantuan diperkirakan berjumlah 8.000 anak-anak di atas usia satu tahun. Dan sejak diluncurkan hingga kini, program ini telah menjangkau 5 Kabupaten di provinsi Jawa Barat dan Banten, serta meliputi sejumlah 172 Posyandu di 8 Kecamatan dan berhasil membantu 8.781 anak-anak dengan usia di atas 1 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Puti Guntur Soekarno sebagai salah satu tokoh masyarakat menambahkan, langkah Tempo Scan Group yang ikut serta dalam penanganan gizi ini patut didukung, karena sejalan dan membantu langkah pemerintah dalam permasalahan gizi masyarakat.

”Orang tua memiliki peran penting dalam menyediakan asupan gizi yang akan dikonsumsi anaknya. Kita wajib memahami dan memberikan produk makanan yang bergizi untuk anak-anak, rutin melakukan cek kesehatan anak di Posyandu, dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan demikian, anak tidak mudah sakit, dan dapat bertumbuh kembang dengan optimal.” ujarnya.

Sementara Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana yang juga hadir, menambahkan, meskipun jumlah kasus kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan terus menurun, tetapi kita jangan sampai terlena.

”Tentunya peranan seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia usaha sangat diperlukan kedepannya untuk terus menekan jumlah tersebut, mengingat besarnya dampak dari kekurangan gizi sejak dini bagi kualitas generasi Indonesia ke depan,” kata Whisnu.

Whisnu mengungkapkan wilayah Jawa Timur pun turut memberikan sumbangsihnya atas penurunan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan di Indonesia, dimana angka tingkat kemiskinan di daerah ini berhasil turun hingga 10,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya di angka 11.20% berdasarkan data BPS 2018.

Berdasarkan Riskesdas 2018 terdapat perbaikan status gizi pada balita di Indonesia, dimana proporsi status gizi buruk dan gizi kurang, turun dari 19,6% (Riskesdas 2013) menjadi 17,7%. Hal ini didukung Data BPS 2018 yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun prosentase dan berhasil mencapai titik terendah di 2018. (men)

Leave a Reply