Program SPP Gratis, Caleg Ini Berharap Tidak Ada Siswa SMA/SMK Sidoarjo yang harus Putus Sekolah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Program bebas SPP bagi siswa SMA/SMK yang akan dimulai tahun ajaran baru tahun 2019-2020 mendapat sambutan positif dari Calon Legislatif asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Roma Yuli Lumbangtobing.

Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur nomor urut 5 asal dapil 2 Sidoarjo itu, mengatakan kalau pendidikan saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh masyarakat.

“Program pendidikan SMA/SMK gratis sudah menjadi janji politik pasangan Khofifah-Emil saat masih menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Jadi sudah sepatutnya janji itu ditepati,” lanjutnya.

Program SPP Gratis, Caleg Ini Berharap Tidak Ada Siswa SMA/SMK Sidoarjo yang harus Putus Sekolah

Menurut Roma, program ini sudah sejalan dengan cita-cita bangsa dan Nawacita Presiden Jokowi dalam upaya mewujudkan amanah kemerdekaan dan juga untuk mengantisipasi kesenjangan yang ada di masyarakat khususnya hak untuk memperoleh pendidikan.

“Karena kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak, relevan, dan bermutu merupakan hak asasi dari setiap warga negara, termasuk warga Jawa Timur pada umumnya dan Sidoarjo pada khususnya. Hal itu juga sebagaimana yang di tetapkan dalam perundang-undangan,” lanjut Roma.

Meskipun nantinya gratis dan besarannya akan diatur lebih lanjut dengan Pergub, namun menurut Roma, pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sidoarjo harus tetap memperhatikan mutu dari pendidikan SMA/SMK. Jangan sampai mutu pendidikan berkurang karena program pendidikan gratis ini.

“Meski gratis, tapi mutu pendidikan di Jawa Timur tidak boleh berkurang. Justru harus makin ditingkatkan khususnya bagi siswa-siswi SMA/SMK yang ada di Sidoarjo,” tambahnya.

Jadi, lanjut Roma, dengan adanya SPP gratis tersebut, diharapkan anak-anak bisa lebih fokus dalam menimba ilmu dan bisa meraih prestasi setinggi-tingginya.

“Tidak ada lagi anak-anak usia sekolah SMA/SMK di Sidoarjo yang punya potensi dan prestasi, harus putus sekolah karena tidak bisa bayar SPP.” Pungkasnya.

Sementara itu menurut data http://statistik.data.kemdikbud.go.id jumlah siswa putus sekolah tahun ajaran 2017/2018 di Jawa Timur mencapai jumlah 3,850 anak untuk SMA dan 11,715 anak untuk jenjang pendidikan SMK. (men)

Leave a Reply