Sekolah Cikal Surabaya Ajar Siswa Mandiri dengan Bermain

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Belajar memang bisa dilakukan melalui berbagai cara. Namun pada sekolahan pada umumnya, sering kali belajar, selalu dikonotasikan sebagai suatu kegiatan menimba ilmu dengan aturan-aturan yang mengikat dan formal. Tidak jarang, hal ini justru menimbulkan rasa jenuh bagi siswa, yang pada akhirnya menjadikan belajar hanyalah formalitas semata.

Namun di Sekolah Cikal Surabaya yang berlokasi di jalan Raya Lontar No. 103,Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya ini, ternyata punya strategi yang berbeda dalam proses belajar mengajar, karena disini, siswa diajak belajar dengan cara yang cukup fun tapi tetap pada koridor pendidikan formal, dengan menekankan pada upaya membangun kesadaran siswa untuk lebih aktif dalam menggali informasi pendidikan mereka sendiri.

Sekolah Cikal Surabaya yang berada dibawah naungan Yayasan Cinta Keluarga Jakarta pimpinan Najelaa Shihab ini, justru mengajak siswa belajar dengan cara yang paling disukai oleh siswa itu sendiri. Bahkan terkadang siswa bisa belajar sambil rebahan di sofa atau di lantai.

Sekolah Cikal Surabaya Ajar Siswa Mandiri dengan Bermain

Seperti dikatakan Direktur Sekolah Cikal Surabaya, Ratih Saraswati Spec Dip ECE SSi, di sekolah ini, perbedaan, kemauan dan kebutuhan anak-anak sangan dihargai.

“Untuk itu, dalam cara mendidik, kami juga melibatkan orang tua atau keluarga. Karena kami menyadari bahwa orangtua / keluarga adalah salah satu faktor utama dalam kesuksesan anak-anak dalam belajar di sekolah,” katanya, Rabu (6//3/2019).

Sekolah Cikal, lanjut Ratih, membentuk sistem pendidikan terpadu yang berorientasi pada pembentukan generasi yang memiliki kualitas intelektual dalam ilmu, iman, dan amal serta memiliki akhlaq yang mulia, melalui usaha-usaha sistematis, terarah, dan professional

“Disini di ajarkan agar anak-anak harus bisa mengatur belajarnya sendiri, supaya mereka tahu apa yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan,” tambah Ratih.

Sekolah Cikal Surabaya Ajar Siswa Mandiri dengan Bermain

Ditanya soal kurikulum, Ratih yang juga pernah menjadi Kepala Sekolah Ciputra tahun 2001-2011 menjelaskan bahwa Cikal Surabaya tetap memakai kurikulum nasional yakni Kurikulum 2013, hanya cara pendekatan belajar mengajar pada siswa yang berbeda.

“Kami tetap menggunakan kurikulum nasional 2013, karena kan anak-anak disini sangat mungkin dalam melanjutkan pendidikannya bisa di SMP dan SMA diluar Cikal. Jadi mereka nantinya tidak akan bermasalah dengan system pendidikan yang ada. Meski demikian, kami memiliki metode pengajaran yang berbeda,” tegasnya.

Sekolah yang telah di-authorized sebagai Sekolah Dasar International Baccalaureate (IB) World School ini, boleh dibilang, merupakan sekolah yang memungkinkan peserta didik datang ke sekolah untuk belajar sambil bermain.

Sekolah Cikal Surabaya memiliki beberapa kelas, di antaranya Preschool, Kelas Bayi-Bayi dan Adik-Adik untuk anak dengan usia enam bulan sampai dua tahun, Kelas Kakak-Kakak untuk anak yang berusia dua tahun sampai tiga tahun, Kelas Pre-Kindergarten untuk anak usia tiga tahun sampai empat tahun, Kelas TK atau Reception untuk anak usia empat tahun hingga enam tahun, dan Year 1 – Year 5 untuk anak usia enam tahun sampai 12 tahun.

Sistem pembelajaran di Sekolah Cikal Surabaya yang berbeda ini, mengingatkan akan adanya satu pepayah yaitu “If I couldn’t learn what you teach, why don’t you teach how I learn“ (terjemahan bebas: kalau aku tidak bisa menangkap guru mengajar, mengapa bukan guru yang mengubah cara mengajar sehingga aku paham). (men)

Leave a Reply