Sepanjang 2018, KSEI Lakukan Banyak Pengembangan dan Inovasi untuk Perkembangan Pasar Modal

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Penyebaran informasi, khususnya terkait kegiatan pasar modal memang perlu terus dilakukan mengingat potensi masyarakat sebagai investor di Indonesia sangatlah besar. Ini pula yang dilakukan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), melalui kerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kembali menggelar sosialisasi di Kota Surabaya dan Jombang.

Kegiatan yang selain bertujuan untuk memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI ini, juga untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan sosialisasi dengan awak media di Surabaya mengatakan, total investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Februari 2019, tercatat sekitar 1.729.198 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Friderica Widyasari Dewi

“Dan karena Provinsi Jawa Timur menempati urutan ke 3 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, makanya kami mengadakan sosialisasi KSEI di awal 2019 ini di Surabaya. Ini juga karena dari 111.087 investor di Jawa Timur, sebanyak 41.607 investor di antaranya berdomisili di Surabaya,” terangnya di Surabaya, Jumat (8/3/2019).

Dalam perjalanannya, lanjut Friderica, KSEI terus melakukan berbagai pengembangan dan inovasi yang ditujukan untuk memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia.

“Dengan berbagai peningkatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” tambah Friderica.

Friderica juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2018, KSEI telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.

Sepanjang 2018, KSEI Lakukan Banyak Pengembangan dan Inovasi untuk Perkembangan Pasar Modal

“Berbagai pengembangan yang kami lakukan berjalan cukup baik. Ini terbukti berdasarkan data KSEI pada tahun 2017 – 2018, jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat 44% sepanjang tahun 2018,” jelasnya.

Selain itu, beberapa keberhasilan lain yang juga ditorekan KSEI diantaranya; implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 hari (T+3) menjadi 2 hari (T+2), yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per tanggal 26 November 2018 dan juga sukses melaksanakan Double Settlement pada 28 November 2018.

Sementara beberapa pengembangan lain yang tengah dilakukan KSEI diantaranya adalah inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015 – 2019.

“KSEI telah memulai inisiatif ini sejak 2016 dengan target awal adanya pedoman untuk penggunaan aplikasi elektronik dalam pembukaan rekening serta adanya pedoman untuk pembukaan RE agar dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Administrator RDN,” tambah Friderica.

Untuk tahap selanjutnya, lanjut Friderica, akan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung mekanisme simplifikasi pembukaan RE dan RDN melalui AKSes Financial Hub di tahun 2019.

Pengembangan inisiatif strategis yang juga dilakukan KSEI adalah Layanan KYC Administrator Agent, yang telah mulai dilakukan kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk sharing informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik.

“KSEI juga sudah melakukan insiatif seperti e-proxy dan e voting platform. Ini dimaksudkan agar proses RUPS dapat berjalan efisien dan efektif diantara pihak pihak terkait, salah satunya memberikan kuasa untuk menghadiri RUPS dan memberikan hak suara melalui e-proxy dan e-voting platform,” lanjutnya.

Untuk pengembangan e-proxy and e-voting platform, yang sudah disosialisasikan pada emiten di antaranya di Jawa Timur pada 24 Januari 2019 tersebut, KSEI telah menunjuk Central Securities Depository (CSD) of Turkey – MKK (Merkezi Kayit Kurulusu) sebagai mitra untuk melakukan pengembangan.

Selain itu, KSEI juga melakukan pembaruan fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G) yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat, dimana pengembangan AKSes Next-G ini meliputi proses log-in yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email.

Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja, tetapi juga masyarakat secara umum. Perubahan lain pada AKSes Next-G terdapat pada laman Beranda/Home yang lebih dinamis dengan informasi yang lebih menarik dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headline berita/artikel terkait pasar modal.

“Karena adanya berbagai pencapaian dan pengembangan ini, membuat KSEI kembali meraih Marquee Award sebagai The Best Central Securities Depository in Southeast Asia in 2018 versi Alpha Southeast Asia, setelah penghargaan yang sama diraih tahun 2016,” pungkas Friderica. (men)

Leave a Reply