UK Petra Resmikan Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur dan Gelar Flashmob Indonesia Keren

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Universitas Kristen Petra (UK Petra) meresmikan Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur yang berada di jalan Siwalankerto 142-144, Surabaya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak.

“Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat menyelesaikan infrastrukturnya dengan sangat baik seperti UK Petra. Sebab dengan demikian dapat mendukung proses belajar dan kreatifitas mahasiswa lebih baik lagi dan siap menghadapi pertumbuhan dunia yang cepat yaitu revolusi industri 4.0”, ungkap Nasir.

Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. saat menandatangani Prasasti

Rangkaian acara ini ditata sedemikian apiknya dengan menampilkan berbagai budaya yang ada di Indonesia seperti misalnya tari remo dari SDN Siwalankerto, Tarian penyambutan oleh mahasiswa Papua, Tarian Pa’Gellu dari mahasiswa Toraja, Tarian Sparkling Surabaya dari tenaga kependidikan dan dosen UK Petra, Karawitan dari SMKN 12 Surabaya, mural dan ditutup dengan tarian flashmob dari kurang lebih 300 mahasiswa UK Petra yang membentangkan tulisan “Indonesia Keren”.

“Rangkaian acara ini kami susun untuk menunjukkan bahwa meskipun bangsa Indonesia yang berbeda dari Sabang hingga Merauke ini bisa bersatu demi kemajuan Indonesia melalui penyediaan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat Indonesia. Marilah kita bersatu untuk Indonesia keren,” terang Meilinda, S.S, M.A., selaku koordinator acara.

Sementara rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dalam sambutannya mengatakan, ada tiga gedung yang diresmikan yaitu satu gedung Auditorium berkapasitas kurang lebih 2.200 orang dan dua buah gedung perkuliahan dengan total luasnya mencapai 62.620 m2.

Green Building (gedung ramah lingkungan) ini pengaturannya dibentuk sedemikian rupa hingga pengaturan cahaya dan aliran udara bisa menggunakan alamiah. Gedung ini nantinya akan digunakan untuk perkuliahan khusus bagi program-program studi yang mengarah ke dunia industri kreatif sehingga diharapkan kedepannya mereka punya “space” untuk lebih kreatif.”, ujar Djwantoro. (men)

 

Leave a Reply