Bandara Juanda Tandatangani MOU dengan BKIPM Surabaya I untuk Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hasil Perikanan Lewat Bandara

SIDOARJO (kabarsurabaya.com) – Bandar Udara Internasional Juanda menandatangani Nota Kesepahaman dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I, untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui bandara.

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Heru Prasetyo mengatakan, ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi pelaksanaan berbagai kegiatan berupa penyediaan data melalui diseminasi informasi dan/atau sosialisasi peraturan bersama, pemanfaatan mesin x-ray dalam rangka pemeriksaan dan/atau pemeriksaan ulang untuk pengeluaran, pemasukan atau transit, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, dan penyediaan bimbingan teknis dan/atau pelatihan.

Bandara Juanda Tandatangani MOU dengan BKIPM Surabaya I untuk Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hasil Perikanan Lewat Bandara

Selain itu, masih menurut Heru, juga dilakukan peningkatan koordinasi antar lembaga serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Landasan kerjasama ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam tindakan pencegahan maupun penindakan secara hokum, kegiatan lalu lintas ikan dan hasil perikanan illegal yang mungkin bisa terjadi di Bandar Udara Internasional Juanda,” ujar Heru, seusai Penandatangan MoU di Pusat BKIPM Surabaya I, Jumat (15/3/2019).

Heru juga menambahkan, penandatanganan MoU ini tidak hanya dilakukan oleh Bandar Udara Internasional Juanda, tetapi juga diterapkan pada 13 Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero), dimana pada hari yang sama (15/03/2019) Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero) di Jakarta, juga dilangsungkan penandatangan bersama BKIPM Kementerian Kelautan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya penandatanganan yang dilaksanakan pada 17 Februari 2017.

Diketahui, nilai sumber daya ikan yang berhasil diselamatkan oleh PT Angkasa Pura I melalui 13 bandara yang dikelola pada tahun 2018 lalu mencapai Rp. 125.149.940.000,-. Sementara di Bandar Udara Internasional Juanda, pada tahun 2018 tercatat 1 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan. Dan pada awal tahun 2019 juga tercatat 1 kasus penyelundupan. Kedua kasus penelundupan tersebut yaitu benih bibit lobster. (men)

Leave a Reply