Auto Debet Iuran BPJS Kesehatan Jadi Satu Solusi Tertib Bayar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Masih tingginya tunggakan iuran masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan, membuat BPJS Kesehatan sering mengalami keterlambatan dalam membayar tunggakan Rumah Sakit (RS) maupun fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Kenyataan ini membuat BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi, baik dalam hal layanan maupun kebijakan agar semua bisa berjalan dengan lancer.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Miharja menjelaskan, bahwa prinsip BPJS adalah gotongroyong, dimana yang sehat membantu yang sakit. Namun pada kenyataannya, kesadaran masyarakat untuk tertib membayar iuran masih sangat rendah,

Auto Debet Iuran BPJS Kesehatan Jadi Satu Solusi Tertib Bayar

“Kesadaran warga untuk bergotong royong harus diakui masih minim. Banyak warga yang hanya membayar iuran saat sakit saja,” tuturnya.

Karena itulah, BPJS Kesehatan menerapkan system auto debet untuk peserta baru. Dan sejak diluncurkan awal tahun 2019 ini, system auto debet pembayaran iuran BPJS mulai menunjukkan perbaikan.

“Memang auto debet masih diwajibkan bagi peserta baru, namun peserta lama juga mulai dilakukan sosialisasi, sehingga sampai batas Juni 2019 nanti, semua peserta BPJS baik lama dan baru harus sudah auto debet,” lanjut Herman.

Herman juga menegaskan bahwa penerapan auto debet ini bukan hanya untuk kepentingan BPJS saja, melainkan juga untuk kepentingan peserta JKN-KIS supaya tidak timbul masalah dan kebingungan bayar tunggakan, ketika sakit nanti.

“Dengan system auto debet, masyarakat sudah tidak perlu lagi mengingat-ingat kapan harus bayar BPJS. Begitu juga kalau sakit ya tinggal berobat saja karena pembayaran dilakukan pemotongan secara langsung oleh bank, jadi tidak perlu takut terlambat bayar,” terang Herman.

Apalagi dengan peraturan baru sekarang ini, lanjut Herman, kalau terlambat 1 bulan aja langsung kena denda keterlambatan. Misalnya dibulan februari, karena tidak bayar angsuran atau lupa, maka ketika tanggal 1 maret sakit, maka pasien langsung akan kena denda.

“Nah kebayang kan kalau biaya pelayanannya operasi jantung Rp 100 juta, maka dendanya 2,5% kan lumayan itu. Dana itu bisa dipakai buat bayar iuran,” tambahnya.

Selain itu, proses autodebet akan sangat membantu masyarakat sehingga tak perlu setiap bulannya harus pergi ke loket-loket untuk membayar, terutama yang jarak tempuhnya cukup jauh. Secara otomatis pihak Bank akan memotong pada tiap bulannya, dan ini mempermudah peserta JKN-KIS.

Hal ini juga di akui oleh Imam, salah seorang peserta JKN-KIS, yang mengatakan bahwa  dengan adanya auto debet, ia sekarang gak perlu repot ke bank, ke atm, atau ke mini market untuk membayar iuran. Belum lagi kalau lagi sibuk sering lupa dan kena denda.

“Dengan auto debet, saya ga takut telat bayar bahkan lupa bayar iuran, karena secara otomatis saldo saya di rekening bank dipotong sesuai iuran yang jadi tanggungan saya, jadi lebih mudah, praktis dan ga repot lagi,” terangnya pada kabarsurabaya.com. (men)

Leave a Reply