BPJS Kesehatan Surabaya Jemput Bola Kejar Target UHC

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Guna mengejar target program universal health coverage (UHC) yang harus rampung pada Desember 2019, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya terus melakukan langkah-langkah inovatif dalam mendekatkan diri dengan masyarakat.

Selain memaksimalkan kader JKN, BPJS Kesehatan juga mulai melakukan jemput bola dengan membuka conter-conter BPJS yang bersifat temporer di beberapa tempat, termasuk memaksimalkan, Mobile Customer Service atau Mobil Care Unit (MCU) BPJS Kesehatan.

Selama bulan Maret 2019 ini, ada 2 (dua) kecamatan yang menjadi sasaran MCU BPJS Kesehatan, yaitu Kecamatan Tandes dan Kecamatan Lakarsantri. Dimana untuk Kecamatan Tandes, MCU standby setiap hari Senin dan Selasa. Sementara di Kecamatan Lakarsantri, MCU akan melayani masyarakat setiap hari Rabu dan Kamis.

Pelaksanaan Mobile Customer Service atau Mobil Care Unit (MCU) BPJS Kesehatan di Kecamatan Lakarsantri Surabaya

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Miharja, langkah ini dilakukan untuk mempercepat terpenuhinya UHC untuk wilayah Surabaya, yang sampai saat ini masih tercatat sebesar sekitar 84%.

“Agar bisa UHC secepatnya, kami terus melakukan berbagai macam cara penetrasi, termasuk dengan memaksimalkan MCU ke kecamatan-kecamatan, serta bekerjasama dengan pemerintah Kota Surabaya,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, MCU bukan hanya melayani pendaftaran baru peserta program JKN-KIS, tetapi juga membantu kelancaran masyarakat dalam mengurus berbagai hal yang terkait dengan BPJS Kesehatan.

Hal ini seperti dikemukakan ibu Hanny yang melakukan perubahan system kepesertaan JKN-KIS yang semula ditanggung perusahaan, menjadi peserta mandiri karena sudah keluar dari perusahaan.

Pelaksanaan Mobile Customer Service atau Mobil Care Unit (MCU) BPJS Kesehatan di Kecamatan Lakarsantri Surabaya

“Saya memang perlu melakukan perubahan kepesertaan saja menjadi peserta mandiri karena sudah tidak menjadi tanggungan perusahaan. Dan karena ada MCU di Kecamatan Lakarsantri ini, maka saya jadi lebih mudah karena gak perlu jauh-jauh untuk mengurusnya,” terangnya pada kabarsurabaya.com, di pelaksanaan MCU di Kecamatan Lakarsantri Surabaya.

Sementara Ibu Trie, dikesempatan yang sama juga memaksimalkan pelayanan MCU dengan melakukan perubahan fasilitas kesehatan (faskes) karena sudah pundah rumah.

“Dengan berbagai langkah persuasive dan jemput bola mendekati masyarakat, kami berharap, target UHC pada tahun ini bisa terlaksana. Insyaallah,” pungkas Herman. (men)

Leave a Reply