Sampoerna Academy Surabaya Hadirkan Gisella dan Gempi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sampoerna Academy yang terkenal dengan kurikulum Cambridge dengan pembelajaran abad 21 dan digabungkan dengan metode STEAM yang dirancang khusus untuk mengembangkan cara berpikir anak-anak, kembali mengadakan kegiatan yang diyakini mampu menjadikan anak-anak sebagai pribadi mandiri dan unggul.

Acara itu adalah “Selebrasi” yang menghadirkan cerita menarik serta pengalaman berkesan bersama artis Ibukota Gisella dan putri cantiknya Gempi ini, pada hari Minggu, 31 Maret 2019 di Surabaya.

Dr. Mustafa Guvercin, Direktur Sampoerna Academy menjelaskan, system pendidikan di Sampoerna Academy terbukti mampu menjadikan anak-anak sebagai pribadi mandiri dan unggul. Hal ini telah dirasakan langsung oleh artis ibukota Gisella bersama putri cantiknya Gempi. Karena itulah, dalam kesempatan ini Sampoerna Academy  menghadirkan langsung mereka berdua ditengah tengah acara selebrasi.

Sampoerna Academy Surabaya Hadirkan Gisella dan Gempi

“Tentu kami berharap, melalui cerita cerita lucu dan berkesan yang disampaikan Gempi saat mengikuti Kurikulum Cambridge di Sampoerna Academy, dapat menjadi motifasi dan semakin menarik minat para orang tua untuk memasukkan putra putrinya di Sampoerna Academy,” terangnya, Minggu (31/3/2019).

Dr. Mustafa juga menjelaskan, bahwa metode STEAM merupakan perpaduan dari Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics yang diperkuat dengan empat kompoenen (4C) yakni kreativitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi.

“Semua keterampilan ini mampu mendorong siswa-siswi kami untuk lebih mampu memecahkan masalah yang ada, dan mendorong mereka menjadi innovator masa depan,” lanjut Dr. Mustafa.

Sistem pendidikan dari Sampoerna Academy, lanjut Dr. Mustafa, membuktikan bahwa siswa-siswinya memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mampu mengkomunikasikan apa yang mereka pelajari.

Artis Ibukota Gisella dan putri cantiknya Gempi

“Berpikir secara internasional pun membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa Ibu. Itulah sebabnya siswa-siswi Sampoerna Academy menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari dalam instruksi, serta menggunakan bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia dalam pelajaran terkait,” pungkas Dr. Mustafa.

Sementara Gisella Anastasia yang langsung berinteraksi dengan para orang tua menjelaskan, bahwa semenjak putrinya Gempi masuk di Sampoerna Academy, putrinya memiliki perubahan yang sangat besar.

“Salah satu yang terlihat adalah Gempi diusianya yang baru menginjak empat tahun sudah kreatif, aktif dan bisa bersosialisasi serta mandiri. Dan yang membanggakan kami sebagai orang tua, Gempi mampu berdialog menggunakan bahasa inggris, meski sedikit ada kosakata yang masih harus dibenahi,” jelas Gissel dengan bangga.

Diketahui, sejak acara peletakkan batu pertama pada tanggal 17 Oktober 2018 yang lalu hingga saat ini, pembangunan gedung sekolah Sampoerna Academy di Surabaya sudah mencapai lantai 2, dimana hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru 2019/2020 di bulan Juli nanti akan terwujud sesuai jadwal. (men)

Baca Juga : Sampoerna Academy Hadir di Surabaya dengan Kurikulum Cambridge dan Metode STEAM

Leave a Reply