Operasi 3 Kali Bebas Biaya, BPJS Kesehatan Sangat Membantu

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Adalah Ibu Sahima (50th) yang menderita sakit dan harus dioperasi sampai tiga kali dalam waktu yang relative dekat. Tentu orang akan menganggap bahwa ibu Sahima adalah orang yang mampu atau tergolong kaya, karena biaya operasi tentu sangatlah besar.

Namun ternyata anggapan itu tidaklah benar, karena seperti dikemukakan Lulus, anak dari ibu Sahima, mereka bukan orang kaya dan hanya orang biasa saja. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa melakukan operasi sampai tiga kali, kalau biaya operasi sangat besar ?

Lulus mengungkapkan syukurnya karena ibunya harus operasi 3 kali bebas biaya berkat BPJS Kesehatan

“Semua operasi Ibu tidak mengeluarkan biaya sama sekali karena di cover oleh BPJS Kesehatan, sebab kami adalah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” terang Lulus.

Ia menceritakan bahwa di tahun 2018 ibunya harus mengalami operasi Kista. Dan pada Desember 2018 lalu menjalani operasi Hernia.

“Namun karena kesalahan kami yang kurang memperhatikan petunjuk dokter pasca operasi, maka sekali lagi ibu saya harus dioperasi Hernia bulan Maret 2019,” lanjut Lulus.

Tentu saja. Lanjut Lulus, keluarganya sangat berterimakasih pada BPJS karena sampai harus tiga kali mengalami operasi, semuanya tanpa biaya karena ibunya adalah peserta program JKN Mandiri.

Fatil, yang saat ini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) sebanyak dua kali dalam seminggu

“Anda bisa bayangkan, berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk tiga operasi ibu saya kalau tidak di cover BPJS Kesehatan. Mungkin kami tidak mampu dan bisa jadi kami sudah kehilangan ibu kami,” teranya sambil bersyukur karena sampai kini ibunya baik-baik saja.

Rasa syukur karena adanya BPJS Kesehatan ini juga diungkapkan bapak Fatil yang menderita penyakit anemia dan gula, karena sebagai peserta program JKN, semua biaya perawatan kesehatannya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Progarm JKN ini sangat membantu saya karena kini kalau berobat maupun rawat jalan, semuanya bisa ditanggung BPJS Kesehatan,” jelas Fatil.

Fatil yang saat ini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) sebanyak dua kali dalam seminggu ini juga menilai, bahwa pelayanan di RSI Jemursari (kebetulan pasien dirawat disini, red) sangat baik dan  tidak ada pembedaan dgn pasien yang bukan peserta program JKN.

“Pelayanan di RSI ini sangat baik dan tidak dibeda-bedakan. Semoga kedepannya baik pelayanan RS maupun program JKN bisa dirasakan oleh lebih banyak orang, dan juga bisa dilakukan oleh RS-RS yang lain yang menjadi mitra BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

Sakit itu Mahal. Mungkin pepatah ini sudah tidak berlaku lagi sejak adanya program JKN-KIS. Tentu saja hal ini juga memerlukan kesadaran dari semua masyarakat untuk melalukan pembayaran iuran secara rutin. (men)

Leave a Reply