TPS Cetak Rekor Layani Kapal dengan Muatan 4.600 Teus

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencetak sejarah baru, yakni melayani kapal dengan muatan terbesar di atas 3.100 box atau 4.600 teus. Sebelumnya, volume bongkar muat dalam satu kapal yang dilayani TPS, rata-rata 1.700 sampai 2.000 box atau 2.700 teus sampai 3.200 teus.

Kapal berbendera United Kingdom, MV Holsatia, sandar di TPS pada Sabtu (6/4/2019) dini hari di kade 699-980 (berth 04), dengan membawa muatan 3.100 petikemas atau sekitar 4.600 teus. Kapal Panamax dengan Length Over All (LOA) 261 meter, berat 39.941 ton dan draft 11,5 meter ini, mempunyai rute Singapura–Surabaya–Singapura dan akan dioperasikan secara bergantian oleh konsorsium perusahaan pelayaran Ocean Network Express (ONE) dan sembilan perusahaan pelayaran lainnya. Direncanakan layanan untuk kapal ini diberikan setiap hari Rabu dan Sabtu dengan volume bongkar muat yang relatif sama.

Diketahui, sejak tahun 2016, pengoperasian kapal dengan kapasitas muat lebih dari 4.000 teus di TPS terus meningkat, terutama untuk mendukung perdagangan di rute-rute Inter Asia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan arus petikemas intemasional yang melalui TPS periode Januari – Maret tahun 2019, tercatat sebanyak 321.958 teus, meningkat 7,16% dibanding periode Januari – Maret tahun 2018 lalu, sebesar 300.437 teus.

TPS Cetak Rekor Layani Kapal dengan Muatan 4.600 Teus

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Endot Endrardono mengatakan, seiring dengan dinamika itu, beberapa tahun terakhir ini, TPS sebagai pengelola terminal petikemas terbesar di wilayah timur Indonesia, berbenah diri dan memastikan kesiapannya di era perubahan dinamis ini.

“Kami sudah melakukan pendalaman kolam dermaga intemasional dari semula -10,5 mLWS menjadi sama dengan kedalaman alur pelayaran barat surabaya (APBS) yaitu 13 mLWS. Dan ini menjadikan TPS mampu melayani kapal intemasional ukuran Panamax,” terangnya, Sabtu (6/4/2019).

Selain itu, lanjut Endot, penambahan tiga unit Container Crane (CC) di awal tahun 2017 dengan spesifikasi twin lift yang mampu mengangkat 2 petikemas sekaligus dan jangkauan 16 baris, merupakan CC dengan spesifikasi terbaik di Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitamya.

“Dan dengan ditambahkanya penggantian mesin diesel menjadi listrik, juga mampu meningkatkan kinerja bongkar muat per crane menjadi 27.7 petikemas/crane/jam dibanding sebelumnya yang rata-rata 25 petikemas/crane/jam,” lanjut Endot.

Dengan tiga unit CC twin lift ini, maka untuk proses bongkar muat MV. Holsatia, diperkirakan waktu bongkar muat akan terpenuhi sebanyak 50 jam atau rata-rata 84 petikemas per jam.

Endot Endrardono juga memastikan bahwa perubahan dalam industri kepelabuhanan yang TPS terapkan adalah dengan menerapkan eflsiensi dan tetap menjaga derajat layanan terbaik kepada Pengguna Jasa dapat benjalan pasti.

“Perubahan adalah dinamika yang menyenangkan. Dan TPS siap menjadi pemimpin di era perubahan dinamis ini,”  pungkasnya. (men)

Leave a Reply