BPJS Kesehatan Surabaya Lakukan Evaluasi Pelayanan FKRTL & Sosialisasi Elektronik Klaim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – sma pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya melakukan evaluasi pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Tri wulan I Tahun 2019.

Kegiatan yang di gelar Jumat 12 April 2019 ini dihadiri sejumlah Tim IT,  Tim implikasi, Tim case mix dari 40 FKTRL yang telah terintegrasi melalui aplikasi Aplicares tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Dwika Ari, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Cabang Surabaya menjelaskan, beberapa materi bahasan seperti Display ketersediaan tempat tidur yang terhubung dengan aplicares, Keluhan peserta terkait iuran biaya, diskriminasi pelayanan & kuota kamar perawatan, Updating rutin ketersediaan TT di aplicares, Pengiriman rencana ketersediaan obat (RKO) kepada kemenkes tahun 2019, dan Program Rujuk Balik (PRB).

BPJS Kesehatan Surabaya Evaluasi Pelayanan FKRTL & Sosialisasi Elektronik Klaim

“Bicara tentang display ketersediaan tempat tidur yang terhubung dengan aplicares, 40 RS di Surabaya telah terhubung dengan aplicares untuk display ketersediaan TT. Dan updating rutin ketersediaan Tempat Tidur (TT) di aplicares wajib di lakukan setiap hari,” terangnya.

Selain itu, Dwika Ari juga menyampaikan persoalan keluhan peserta terkait iur biaya yang masuk ke BPJSK (aplikasi SIPP, lapor ! care center 1500 400). Keluhan iur biaya , menurut Dwika, tidak termasuk untuk peserta yang menggunakan poli eksekutif maupun peserta perawatan yang naik.

“Kami juga mencatat adanya keluhan peserta terkait diskriminasi pelayanan yang masuk ke BPJSK, khususnya tentang adanya perbedaan/diskriminasi pelayanan yang di berikan peserta oleh FKRTL. Juga keluhan peserta terkait kouta kamar perawatan, khusunya terkait adanya pembatasan ruang perawatan bagi peserta JKN-KIS,” tambahnya.

Sementara terkait dengan Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi), Dwika Ari menjelaskan bahwa standard pengajuan berkas klaim yang di ajukan harus di susun dengan urutan penyusunan berkas. Untuk berkas RJTL, Berkas asli meliputi SEP yang sudah di tanda tangani oleh pasien/keluarga pasien, lembar bukti pelayanan yang mencantumkan Dx dan prosedur & di tanda tangani oleh DPJP dan pasien/keluarga pasien.

“Selain itu juga diperlukan Softcopy /scan yang terdiri dari hasil pemeriksaan penunjang yang mendukung diagnostic, serta resume biaya tagihan RJTL (billing). Untuk billing ini meliputi: biaya konsultasi, pemeriksaan penunjang, obat, BMHP, prosedur/tindakan dan lainnya, serta surat kontrol dan luaran aplikasi INA-CBG’s,” terang Dwika.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Surabaya, Dr. Herman Dinata M menambahkan, kegiatan ini terbagi dalam dua agenda yakni Evaluasi dari sisi pelayanan dan Evaluasi dari sisi simplifikasi pengajuan klaim.

“Yang namanya manusia, kalau manual biasa tingkat erornya lebih tinggi di banding jika sudah menggunakan system. Artinya data yang ada baik rawat jalan maupun rawat inap itu sama. Jika manual kan bisa jadi sebaliknya karena human error,” terang Herman.

Herman juga menambahkan, kali ini jumlah Rumah Sakit yang hadir sebanyak 24. Dan kedepannya, BPJS Kesehatan Surabaya berharap melalui program simplifikasi, pelayanan RS sendiri akan lebih efisien, cepat,  simple dan terstandard.

“Dari total RS dan klinik utama  yang telah bekerjama dengan BPJSK Surabaya terhitung  50 lebih, sekitar 38 atau 70% mereka sudah bisa melakukan simplifikasi berkas ” tambah Herman. (men)

Leave a Reply