BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit Sebesar 11 Triliun

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya melakukan pembayaran dana kapitasi dan tagihan klaim 232 FKTP dan 49 FKRTL, dengan nilai total sebesar Rp. 360.596.617.186 sepanjang bulan April 2019.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Surabaya, Dr. Herman Dinata M, AAAK menjelaskan bahwa pembayaran ini adalah untuk klaim yang sudah jatuh tempo, selama bulan April 2019.

“Ini adalah pembayaran klaim yang sudah jatuh tempo, terhitung mulai tanggai 1 hingga 16 April 2019 saja,” terangnya pada kabarsurabaya.com, Selasa (16/4/2019).

Kepala BPJS Kesehatan KCU Surabaya, Dr. Herman Dinata M, AAAK saat menjelaskan soal pembayaran klaim RS kepada awak media di Surabaya, Selasa (16/4/2019)

Sementara untuk bulan Januari hingga Maret 2019, menurut Herman, semua tagihan klaim dari FKTP dan FKRTL di Surabaya, sudah dilunasi BPJS Kesehatan semua.

“Kalau untuk tagihan Januari hingga Maret 2019, kami sudah melakukan pembayaran, yang total nilainya mencapai Rp 767 Milyar. Jadi kalau dihitung mulai Januari hingga pertengahan April ini, kami sudah melakukan pembayaran klaim lebih dari Rp 1,1 trilyun,” tambah Herman.

Dari dana pembayaran klaim tersebut, masih menurut Herman, terbesar adalah untuk pembayaran tagihan RS Dr. Soetomo yang mencapai 25% dari total pembayaran.

“Kalau dilihat dari penerima pembayaran klaim, maka urutan pertama terbesar ditempati RS Dr. Soetomo, diikuti oleh RSAL dan RS Dr. Soewandi.” Terangnya.

BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit Sebesar 11 Triliun

Herman juga berharap, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan (faskes), maka pihak faskes juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN–KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah,” jelas Herman.

Sementara bila terdapat kekurangan dalam pelayanan, menurut Herman hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama.

“Jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN–KIS yang terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Sementara untuk skala Nasional, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada Rumah Sakit (RS), dan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada FKTP. (men)

Leave a Reply