UNAIR Bantu Mahasiswa Kurang Mampu dengan Pola UKT Subsidi Silang

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menanggapi kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dirasa memberatkan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Airlangga datang ke Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, guna menanyakan hal itu.

Menanggapi keluhan mahasiswa tersebut, Rektor UNAIR Prof. Nasih didampingi Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, Direktur Keuangan Dr. Ardianto, dan Direktur Kemahasiswaan Dr. Hadi Subhan menjelaskan bahwa UNAIR menerapkan UKT 2019 dengan klasifikasi UKT 1 sampai 4 dengan mempertimbangkan untuk membantu kelompok kurang mampu dengan subsidi silang dari kelompok yang lebih mampu.

“Kebijakan UKT 2019 sesungguhnya merupakan upaya membantu bagi kelmpok kurang mampu dengan subsidi silang. Apalagi UNAIR terus mendorong jumlah mahasiswa jalur bidikmisi agar bisa meningkat dan dapat menyelesaikan kuliahnya dengan baik,” terangnya, Rabu (24/4/2019).

UNAIR Bantu Mahasiswa Kurang Mampu dengan Pola UKT Subsidi Silang

Prof. Nash juga menambahkan bahwa kebijakan ini hanya diterapkan bagi calon mahasiswa baru tahun 2019 dan bukan diberlakukan untuk mahasiswa lama.

“Ini yang harus dipahami. Jadi mahasiswa tidak perlu cemas, karena sesungguhnya tak merubah kebijakan UKT yang telah berlaku sebelumnya,” tambah Prof. Nash.

Adapun penetapan UKT dilakukan dengan kisaran; UKT 1 pada kisaran Rp 0 sampai Rp 2,4 juta per semester, UKT 2 pada kisaran Rp 4 juta sampai Rp 10 juta per semester, UKT 3 pada kisaran Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per semester dan  UKT 4 pada kisaran antara Rp 9 juta sampai Rp 25 juta per semester.

“Khusus untuk UKT 4 tersebut, orang tua calon mahasiswa baru diberikan pilihan memilih pembayaran dengan ketentuan dapat melakukan pembayaran disetarakan UKT 3, namun, wajib membayar selisihnya diawal semester. Sehingga ini memunculkan pola pembayaran seperti ada pembayaran uang pangkal, yang sesungguhnya bukan merupakan uang pangkal,” tambahnya.

Artinya, lanjut Prof. Nash, dengan demikian UKT 4 ada 2 jenis yaitu; UKT 4A dengan pembayaran sesuai tarif normal UKT 4 dan UKT 4B dengan model pilihan yang telah dijelaskan tadi.

“Yang perlu diperhatikan, UNAIR memberikan kesempatan pengajuan keringanan penurunan UKT selama masa studi, jika terdapat data yang mendukung. Misal, jika orang tua pensiun atau meninggal dunia atau sebab lain yang menyebabkan kemampuan membayar mengalami hambatan,” tegas Prof. Nash, sambil menambahkan bahwa untuk kondisi tertentu, UKT kelompok tinggi sekalipun bisa turun jika kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa menurun.

Untuk saat ini, rekap penetapan UKT untuk mahasiswa jalur SNMPTN 2019 adalah; UKT 1 sejumlah 448 mahasiswa (27%), UKT 2 sejumlah 640 mahasiswa (38%), UKT 3 sejumlah 448 mahasisswa (27%), UKT 4 sejumlah 142 mahasiswa (8%). (men)

Leave a Reply