VIU Sangat Peduli Karya Anak Bangsa Dibidang Perfilman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Viu sebagai layanan Video OTT yang tersedia di 17 negara (Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Filipina, Thailand dan negara-negara Timur Tengah, UAE, Saudi Arabia, Mesir, Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar), sangat peduli dengan tayangan yang bermuatan lokal di masing-masing negara tersebut.

Termasuk di Indonesia, Viu terus memberikan kesempatan bagi sineas berbakat Indonesia untuk memamerkan keahlian mereka di panggung dunia. Bahkan bukan hanya itu, Viu juga akan membantu secara tehnis dan pembiayaan bagi mereka yang memiliki karya sineas yang menarik.

VIU Sangat Peduli Karya Anak Bangsa Dibidang Perfilman

Senior Vice President-Marketing Viu, Myra Suraryo mengatakan, bahwa untuk Indonesia, Viu memiliki beberapa komitmen, diantaranya adalah; terus menghadirkan tayangan Asia terbaru dan berkualitas untuk pemirsa Indonesia, menjadikan Viu sebagai wadah bagi sineas Indonesia dalam memamerkan karya film mereka, bekerjasama dengan pembuat film Indonesia untuk menghasilkan konten local dengan daya tarik global, dan untuk membawa talenta Indonesia serta karya-karya mereka ke panggung global.

“Dan tentu saja yang terpenting adalah membangun sebuah ekosistem yang dapat mendorong dan menggerakan perkembangan industri film Indonesia, dimana pada akhirnya dapat menjadikan industri film Indonesia sebagai salah satu sektor yang akan memberikan kontribusi secara signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya di acara Festival Film, Musik dan Makan yang digelar di Surabaya Town Square (Sutos) Surabaya, Sabtu (27/4/2019).

Myra juga menjelaskan, untuk menunjang komitmen tersebut, maka Viu Indonesia memunculkan 3 inisiatif yaitu Viu Pitching Friday (untuk professional perfilman), Viu Pitching Forum (untuk semi professional perfilman) dan Viu Shorts (untuk para pemula dan remaja yang tertarik di bidang perfilman).

Senior Vice President-Marketing Viu, Myra Suraryo

“Khusus untuk Viu Shorts yang merupakan festival film pendek yang mencakup kegiatan lokakarya (​workshop​) dan produksi film ini memang di khususnya untuk siswa/pelajar. Dan melalui Viu Shorts ini, Viu akan membantu para calon sineas Indonesia dalam mencapai potensi mereka,” tambah Myra.

Yang menarik, dalam pembuatan film dari para pelajar ini, semuanaya akan dikelola oleh tim profesional dari Viu, termasuk sutradara film, editor film, dan penulis naskah. Mereka akan bertindak sebagai mentor yang membimbing siswa di setiap kota untuk mengadaptasi cerita-cerita lokal dan mengubahnya menjadi produksi sinematik yang secara potensial nantinya dapat ditayangkan pada khalayak internasional.

Viu Shorts ini, lanjut Myra, sudah dimulai tahun lalu, dimana dari Viu Shorts ini akhirnya karya dari 17 kota di seluruh Indonesia (Aceh, Siak Indrapura, Kupang, Tanjung Pinang, Padang, Batam, Banyuwangi, Samarinda, Makassar, Manado, Maumere, Bojonegoro, Purbalingga, Banten/Cilegon, Singkawang, Labuan Bajo dan Banjarmasin) terpilih untuk ditayangkan di Viu dan bahkan diikutkan di ajang internasional.

“Karena tema kita kali ini adalah Urban Legend, maka semua karya itu mengangkat berbagai hal seperti karakter dan kebudayaan yang memang menjadi daya tarik dari daerah itu sendiri. Ini sejalan dengan kami yang memang menginginkan karya dengan konten lokal yang sarat muatan lokal, diproduksi talenta-talenta lokal tapi memliki kemasan dan daya tarik internasional,” lanjut Myra.

Melalui Viu Shorts, masih menurut Myra, Viu ingin mengajarkan kepada anak-anak muda Indonesia untuk dapat menumbuhkan rasa cintanya terhadap tanah air, memiliki kebanggan terhadap kota kelahiran dan tempat dia dibesarkan, mengenali berbagai keunikan dari daerah mereka masing-masing, mencoba melihat dan memahami keunikan daerah mereka melalui sudut pandang dan kacamata non penduduk setempat.

“Dan tentu saja kemudian menuangkannya menjadi sebuah cerita untuk disampaikan kepada dunia,” tambahnya.

Para peserta Viu Shots di Surabaya

Ke 17 karya para pelajar ini selain akan diikutkan dalam festival film internasional di Cannes Prancis, juga akan ditayangkan di Viu yang bisa disaksikan di 17 negara di dunia. Nantinya, karya yang mendapatkan paling banyak penonton, akan dijadikan pemenang dan pelajar yang membuatnya akan mendapatkan beasiswa penuh studi sinematografi di IKJ.

“Bahkan ia juga akan kita magangkan di Viu dengan harapan, selain secara teori dapat dari kampus, mereka juga mendapat pengalaman langsung. Tentunya ini sangat berpengaruh bagi masa depan mereka setelah lulus nantinya,” pungkas Myra.

Dengan adanya Viu Shorts yang memang dikhususnya bagi pelajar dan mengangkat konten lokal, Viu berharap kedepannya dapat memperoleh dukungan dari Pemkot/Pemda untuk bersama-sama Viu melanjutkan Viu Shorts! di setiap kota sehingga program ini menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan ​impact yang diharapkan yaitu peningkatan perekonomian daerah dari industri ekonomi kreatif. (men)

Leave a Reply