BPJS Kesehatan Surabaya Gelar Pertemuan Pembahasan Peer Review 2019

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Guna memaksimalkan peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), akhir pekan kemarin, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menggelar acara Pembahasan PEER REVIEW DNS 2019 bersama FKTP Surabaya.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Eka Wahyudi menjelaskan, PEER REVIEW adalah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh para ahli dan pemangku kepentingan terhadap diagnosa penyakit non spesialistik (DNS) yang mampu ditangani dengan tuntas oleh dokter FKTP. DNS ini, lanjutnya, mengacu pada diagnosa penyakit yang ditetapkan oleh Standard Kompetensi Dokter Indonesia yang harus ditangani tuntas kategori tingkat kemampuan 4A dokter umum.

BPJS Kesehatan Surabaya Gelar Pertemuan Pembahasan Peer Review 2019

Eka juga menambahkan bahwa pertemuan lanjutan pembahasan diagnosa sebagai pendukung pelaksanaan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan ini, perlu di lakukan pemetaan dan kesepakatan dari diagnosa yang dapat ditangani secara tuntas di masing-masing FKTP.

“Artinya masih ada kasus-kasus yang seharusnya penatalaksanaannya dapat tuntas di FKTP namun masih di rujuk ke Fasiltas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan (FKRTL),” ujarnya.

Peer Review, lanjut Eka, bertujuan mengoptimalkan fungsi FKTP sebagai Gate Keeper pelayanan primer. Selain juga, untuk dapat memberikan gambaran pemetaan kemampuan FKTP dalam penatalaksanaan DNS dan melakukan monitoring serta evaluasi kemampuan FKTP dalam penatalaksanaan DNS secara kontinyu.

“BPJS Kesehatan Cabang Surabaya bersama seluruh FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Surabaya (FKTP Klinik Swasta sebanyak 89, FKTP TNI Polri sebanyak 26, FKTP Dokter Praktek Perorangan (DPP) sebanyak 41, melakukan kajian terhadap 144 jumlah diagnosa, kompetensi dokter umum untuk dicocokkan agar dapat diambil keputusan, apakah diagnosa yang ada sebelumnya perlu direview atau tidak,” terang Eka.

Gelaran Pertemuan Pembahasan Peer Review 2019 yang dilakukan BPJS Kesehatan Surabaya

Nantinya, hasil diskusi pembahasan Peer Review DNS 2019 yang di pandu nara sumber dr. Bayu Adji selaku pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus anggota Tim pelaksana Peer Review BPJS Kesehatan cabang Surabaya bersama seluruh DPP, akan menelorkan kesepakatan yakni penatalaksanaan penyakit kategori Tuntas tercatat Mandiri 62, TACC 48 serta Kategori Tidak Tuntas tercatat Kompetensi 4 dan sarana & prasarana 30.

“Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan pengembangan dalam hal diagnosa yg tidak bisa tuntas, seperti peningkatan kompetensi dokter ada 4 diagnosa dimana perlu dilakukan workshop dan seminar dan lain-lain lebih lanjut,” jelasnya.

Sedangkan terkait keterbatasan sarana prasarana baik dari sisi obat,alat penunjang seperti rontgen, USG dan yang lainnya, hendaknya menjadi PR bersama, baik organisasi profesi, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah.

“Ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan kedepannya,” pungkas Eka. (men)

Leave a Reply