Hasil Pemilu Dan Kebijakan Pemotongan Suku Bunga, Angkat Indeks Kepercayaan Industi 13 Poin

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Crown Group, salah satu perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney Australia, mengutip hasil survey terbaru dari ANZ/Dewan Properti Australia dan data harga hunian dari CoreLogic, mencatat adanya lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembeli dalam 3 bulan terakhir, sebagai reaksi dari pemilu yang berjalan lancer.

Selain itu, kondisi ini juga didorong oleh keputusan terkini dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA), yang melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah, serta penurunan suku bunga.

Survei yang dilakukan oleh ANZ/Dewan Properti  Australia untuk kuartal September 2019 menunjukkan bahwa kepercayaan industri meningkat sebesar 13 poin indeks, dan peningkatan ini terjadi di sebagian besar kawasan Australia.

Head of Australian Economics ANZ, David Plank mengatakan, telah muncul tanda-tanda stabilitas di pasar properti residensial selama tiga bulan terakhir.

Konsultan Properti Senior Crown Indonesia, Reiza Arief

“Beberapa bulan terakhir terjadi penurunan suku bunga, usulan perubahan suku Bunga dasar oleh pemerintah, dan dihapunya ketidakpastian dari dampak kemungkinan perubahan kebijakan pajak telah mendorong sentiment positif terhadap industri hunian,” terangnya.

Sementara itu, menurut data terbaru CoreLogic, nilai hunian di kota Sydney dan Melbourne mencatat sedikit kenaikan masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2% pada bulan Juni. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Kepala penelitian CoreLogic, Cameron Kusher, yang menyatakan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya telah melihat penurunan yang terjadi secara konsisten di Sydney dan Melbourne, namun sepertinya the worst is over.

“Sydney dan Melbourne tampaknya merespons dengan sangat baik hasil pemilu pada bulan Mei dan kebijakan penurunan suku bunga. Saya pikir hal ini dimungkinkan karena mereka masih memiliki tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan pekerjaan yang baik, dan ekonomi yang kuat, adalah beberapa hal yang tidak dimiliiki oleh kota lainnya,” tambah Kusher.

Sementara Konsultan Properti Senior Crown Indonesia, Reiza Arief, menanggapi situasi tersebut menjelaskan, bahwa ini adalah tanda-tanda positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap 5 atau 6 tahun. Namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat seperti saat ini, pasar terus melambung dan secara statistik meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Reiza juga menambahkan, kawasan pinggiran kota selalu diminati dan sewa selalu kuat. Sebagai contoh, salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonis di Sydney, Infinity by Crown Group yang baru-baru ini telah selesai dibangun, hanya membutuhkan waktu 6 minggu saja untuk menyewakan 60% dari total unit yang tersedia.

“Ini menunjukkan bahwa selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota, seperti yang ditawarkan selama ini oleh Crown Group,” jelas Reiza.

Diketahui, Crown Group saat ini memiliki proyek hunian vertikal di enam lokasi di kota Sydney, Brisbane dan Melbourne serta Amerika Serikat dan Indonesia. Bahkan empat proyek apartemen utama saat ini juga sedang dibangun di Sydney. (men)

Leave a Reply