Pendekatan Sodaqoh, Mampu Tarik Minat Masyarakat Ikut Program JKN-KIS

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – BPJS Kesehatan secara terus menerus melakukan sosialisasi pada masyarakat guna memahami apa kegunaan dan fungsi BPJS Kesehatan dalam mendukung kesehatan masyarakat seluruh Indonesia.

Selama ini, berbagai model sosialisasi telah dilakukan BPJS Kesehatan. Salah satu model sosialisasi yang ternyata cukup mengena dan bisa memunculkan kesadaran masyarakat untuk ikut dan mendaftar ke BPJS Kesehatan adalah memberikan penjelasan mengenai pentingnya fungsi gotongroyong dalam menolong sesama masyarakat yang sedang sakit.

Mengingatkan bahwa dengan menjadi peserta program JKN-KIS sama juga dengan sodaqoh untuk membantu masyarakat yg lain, tetapi juga sekaligus mampu memciptakan jaminan pengobatan pada diri sendiri, ternyata cukup berhasil menyentuh hati masyarakat untuk ikut dan menjadi peserta BPJS Kesehata.

Pendekatan Sodaqoh, Mampu Tarik Minat Masyarakat Ikut Program JKN-KIS

Hal ini diakui ibu Siti Djaenab yang hadir dalam sosialisasi BPJS Kesehatan dengan anggota Muslimat NU di Surabaya beberapa waktu lalu.

Ibu Siti juga mengungkapkan bahwa selama ini dia belum menjadi peserta BPJS Kesehatan karena selain masih selalu sehat dan sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan lain. Lebih dari itu, juga karena seringnya mendengar bahwa pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan selalu di anak-tirikan di rumah sakit.

“Saya sering mendapat cerita bahwa peserta BPJS Kesehatan kalau sakit di rumah sakit selalu mendapat pelayanan yang kurang bagus dan cenderung dianak-tirikan. Ini membuat saya tidak pernah memiliki keinginan jadi peserta BPJS kesehatan, meski anak saya selalu menyarankan untuk saya dan suami saya ikut BPJS (anak ibu Siti sudah menjadi peserta program JKN-KIS, red),” terangnya pada kabarsurabaya.com.

Namun dalam kesempatan sosialisasi kali ini, karena dijelaskan bahwa dengan ikut menjadi peserta program JKN-KIS, maka itu berarti kita bersodaqoh dan membantu masyarakat yang lain, pendirian ibu Siti menjadi berubah dan ingin ikut menjadi peserta program JKN-KIS.

“Setelah saya tau kalau sistem di BPJS Kesehatan itu adalah gotongroyong dan sodaqoh, maka saya sekarang akan ikut BPJS Kesehatan,” terang ibu Siti.

Keikutsertaan menjadi peserta program JKN-KIS ini, masih menurut ibu Siti bukan karena berfikir soal kalau sakit, tetapi benar-benar karena sistemnya yang membuat orang bisa bersodaqoh dan membantu sesama.

“Jujur, saya akan ikut BPJS Kesehatan ini bukan karena takut kalau saya sakit. Karena selain saya sudah punya asuransi kesehatan yang lain, saya juga insyaallah masih selalu sehat. Tetapi karena sodaqoh dan niat beramal itulah yang membuat saya akan ikut BPJS,” terang ibu Siti.

Prinsip gotongroyong dalam kepesertaan BPJS Kesehatan, dimana yang sehat membantu yang sakit dan yang kuat membantu yang lemah, ternyata cukup banyak menggugah kesadaran para anggota Muslimat NU yang hadir dalam sosialisasi ini. Hal ini terlihat dari adanya beberapa peserta yang sebelumnya belum menjadi peserta program JKN-KIS, menyatakan keinginannya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. (men)

Leave a Reply