Anak Harus Hormat pada Orang Tua

Kabar Surabaya – Gubernur Soekarwp saat peringatan HAN 2013Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan, sebagi anak Indonesia yang baik dan pintar, di rumah anak harus mengormati orang tua dan di sekolah hormat pada guru. Karena doa orangtua dan guru sangat manjur bagi anak-anak.
Ini dikatakan saat menghadiri Hari Anak Nasional 2013 di Ciputra Water Park Surabaya, Rabu (26/6).
Lebih lanjut Soekarwo menuturkan, sebagai anak Indonesia yang berbudi pekerti baik jika pergi dan berangkat sekolah pamit dan cium tangan orang tua. Begitu juga jika anak-anak sudah sampai disekolah memberi salam dan cium tangan bapak dan ibu guru. Kerena etika dan tata karma dibentuk dirumah dan dilanjutkan disekolah untuk menuntut ilmu.
Menurut Gubernur dalam arahannya, anak sejahtera adalah anak mendapat perlindungan terhadap hak-haknya. Ini agar tidak ada diskriminasi diantara anak. Seperti dalan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Oleh sebab itu sebagai orang tua harus sayang dan melindungi terhadap anak-anaknya. Kerena keluarga itu pertama yang utama untuk melindungi hak-hak terhadap anak.
“Tolong kepada orang tua untuk mengajari anak agar mempunyai etika, dan itu dibangun dan dimulai dalam keluarga dari rumah. Sebab jika ada anak yang tidak mempunyai etika, pertama yang dilihat adalah orang tuanya terlebih dulu sebagai kaca bregalanya,” tuturnya.
Seorang Guru juga harus mempunyai rasa kasih sayang terhadap anak-anak.  Para guru harus bisa memberikan tutur sapa yang baik pada anak didiknya agar bangga terhadap sekolah dan gurunya. Soekarwo mnyontohkan, Hendra Setiawan  dari Sidoarjo merupakan anak SD yang cerdas  mempunyai nilai Ujian nasional terbaik 29,80 dari Jatim pada 2013. Anak tersebut sangat hormat dan patuh pada orang tuanya. Orang tuanya juga memberikan contoh bagaimana beretika yang baik.

Anak Harus Menghormati Orang Tua

Menurut Soekarwo, anak-anak sekarang lebih hebat dari anak generasi dulu, karena baru saja adak anak dari Pamekasan, Jember, Pacitan dan Bojonegoro mereka menjadi juara kompetisi Matematika tingkat internasional di China dan Chekoslowakia.
Anak-nak tersebut memang rajin belajar dan jarang nonton TV di rumah, nonton TV dibatasi biar sekolahnya pinter. Para anak pandai belajarnya minimal tiga jam sehari.
Soekarwo pun berpesan pada orangtua, agar banyak-banyak bertemu dan berkomunikasi pada anak dirumah, karena anak yang sering disapa orang tuanya akan selalu teringat terus sampai mereka dewasa. Karena karakter anak ada pada orang tua dan baru pendidikan yang yang baik dibentuk di sekolah. “jadi anak yang hebat bisa dibentuk di sekolah” ujarnya.

Gubernur Soekarwp saat peringatan HAN 2013Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan, sebagi anak Indonesia yang baik dan pintar, di rumah anak harus mengormati orang tua dan di sekolah hormat pada guru. Karena doa orangtua dan guru sangat manjur bagi anak-anak.Ini dikatakan saat menghadiri Hari Anak Nasional 2013 di Ciputra Water Park Surabaya, Rabu (26/6).Lebih lanjut Soekarwo menuturkan, sebagai anak Indonesia yang berbudi pekerti baik jika pergi dan berangkat sekolah pamit dan cium tangan orang tua. Begitu juga jika anak-anak sudah sampai disekolah memberi salam dan cium tangan bapak dan ibu guru. Kerena etika dan tata karma dibentuk dirumah dan dilanjutkan disekolah untuk menuntut ilmu.Menurut Gubernur dalam arahannya, anak sejahtera adalah anak mendapat perlindungan terhadap hak-haknya. Ini agar tidak ada diskriminasi diantara anak. Seperti dalan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Oleh sebab itu sebagai orang tua harus sayang dan melindungi terhadap anak-anaknya. Kerena keluarga itu pertama yang utama untuk melindungi hak-hak terhadap anak.“Tolong kepada orang tua untuk mengajari anak agar mempunyai etika, dan itu dibangun dan dimulai dalam keluarga dari rumah. Sebab jika ada anak yang tidak mempunyai etika, pertama yang dilihat adalah orang tuanya terlebih dulu sebagai kaca bregalanya,” tuturnya.Seorang Guru juga harus mempunyai rasa kasih sayang terhadap anak-anak.  Para guru harus bisa memberikan tutur sapa yang baik pada anak didiknya agar bangga terhadap sekolah dan gurunya. Soekarwo mnyontohkan, Hendra Setiawan  dari Sidoarjo merupakan anak SD yang cerdas  mempunyai nilai Ujian nasional terbaik 29,80 dari Jatim pada 2013. Anak tersebut sangat hormat dan patuh pada orang tuanya. Orang tuanya juga memberikan contoh bagaimana beretika yang baik.Menurut Soekarwo, anak-anak sekarang lebih hebat dari anak generasi dulu, karena baru saja adak anak dari Pamekasan, Jember, Pacitan dan Bojonegoro mereka menjadi juara kompetisi Matematika tingkat internasional di China dan Chekoslowakia.Anak-nak tersebut memang rajin belajar dan jarang nonton TV di rumah, nonton TV dibatasi biar sekolahnya pinter. Para anak pandai belajarnya minimal tiga jam sehari.Soekarwo pun berpesan pada orangtua, agar banyak-banyak bertemu dan berkomunikasi pada anak dirumah, karena anak yang sering disapa orang tuanya akan selalu teringat terus sampai mereka dewasa. Karena karakter anak ada pada orang tua dan baru pendidikan yang yang baik dibentuk di sekolah. “jadi anak yang hebat bisa dibentuk di sekolah” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*