Ketua PW Muslimat NU Jatim : Jadi Peserta JKN–KIS Itu Wajib !

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah telah menetapkan bahwa menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah suatu keharusan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini juga sesuai amanat Undang-Undang (UU) mengenai kewajiban memberikan perlindungan JKN melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2004.

Memahami hal ini, salah satu peserta JKN-KIS yang juga Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur, Hj. Masruroh Wahid mengatakan, bahwa memang setiap warga negara wajib menjadi peserta JKN-KIS.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur, Hj. Masruroh Wahid menunjukkan kartu peserta JKN-KIS

“Begitu juga bagi saya yang memiliki banyak anggota dalam organisasi Muslimat NU Jawa Timur, tentu saya juga ingin memastikan semua anggota saya sebelum sakit sudah menjadi peserta,” ungkap Masruroh, di acara penandatangan nota kesepahaman bersama antara BPJS Kesehatan dan PW Muslimat NU di gedung PWNU Surabaya.

Masruroh sendiri mengaku sudah lama menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) karena ia adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun lebih dari itu, menurutnya, selain merupakan kewajiban menjadi peserta, menjadi peserta JKN–KIS juga sebagai persiapan ketika suatu mengalami sakit.

“Saya sendiri tidak ingin sakit. Dan alhamdulilah, sampai saat ini saya belum pernah menggunakan kartu saya. Tapi saya tidak pernah merasa merugi dalam membayar iuran karena buat saya ini sama juga dengan bersodaqoh, membantu mereka yang benar-benar membutuhkan melalui iuran yang saya bayarkan,” terang Masruroh, sambil menekankan bahwa prinsip JKN-KIS adalah gotong royong dimana yang sehat membantu yang sakit,

Sementara ketita ditanya tentang adanya rencana penyesuaian iuran peserta JKN-KIS yang ramai beberapa waktu belakangan ini, Masruroh menyerukan kepada seluruh jamaah Muslimat NU di Jawa Timur untuk tetap bersinergi dan bekerjasama mengawal agar program pemerintah ini dapat berjalan dengan baik.

“Kembali pada niat, bahwa membayar iuran BPJS Kesehatan haruslah disertai dengan niat ibadah. Program ini bertujuan baik. Jangan ada yang mudah terprovokasi dengan ajakan demo maupun aksi jika nantinya iuran memang disesuaikan. Ayo saling menjaga agar Jatim tetap kondusif,” pungkas Masruroh. (men)

Leave a Reply