20.1 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022

Buy now

11 Perusahaan di Jatim Jalin Kerjasama Dengan Ponpes, Atasi Pengangguran

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kehadiran proyek Java integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) hasil kerjasama Pelindo III dan AKR Corporindo di Manyar Gresik diharapkan mampu menyerap sedikitnya 60.000 tenaga kerja. Ini berarti akan cukup mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang saat ini mencapai anggka 7,5 juta.

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers dengan didampingi gubernur jawa timur, kepala BKPM, Dirut Pelindo III dan dari AKR Corporindo seusai penandatanganan MOU antara sebelas perusahaan dengan pondok pesantren proyek Java integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Rabu (11/11/2015)

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara sebelas perusahaan dengan pondok pesantren di Jatim, terkait perekrutan tenaga kerja. Karena memang di Jawa Timur paling banyak memiliki santri, yaitu sekitar 70% dari total santri di Indonesia.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, program penciptaan lapangan kerja ini merupakan sinergi investasi padat karya melalui pondok pesantren tahap dua. Adapun tahap satu telah diluncurkan di kawasan industry di Tangerang Banten pada Agustus lalu.

Program penciptaan lapangan kerja sinergis tahap dua ini dikembangkan di Pulau Jawa, antara lain di Gresik Jawa Timur, Boyolali Jawa Tengah, dan Majelengka Jawa Barat.

“Diantara ketiga wilayah itu, kami menginisasiasi lokasi peluncuran program di Gresik, JawaTimur. Karena dari 14 perusahaan yang MoU dengan Ponpes di Pulau Jawa, sebelas di antaranya terdapat di Jawa Timur,” katanya di Kawasan Industri Java Integrated Industrial & Port Estate, Gresik Jawa Timur, Rabu (11/11/2015).

Total investasi emat belas perusahaan yang masuk tahap konstruksi itu mencapai Rp 14,3 triliun dan bakal menyerap sekitar 50.767 tenaga kerja di Pulau Jawa. Adapun tenaga kerja yang dibutuhkan di sebelas perusahaan di Jawa Timur sebanyak 49.000 orang.

Data BKPM menyebutkan salah satu kawasan industry yang mampu menyerap banyak tenaga kerja yaitu Java Integrated Industrial & Port Estate di Gresik. Kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan ini diprediksi menyerap 60.000 tenaga kerja.

Sementara Presiden Joko Widodo yang hadir dalam penandatanganan MOU tersebut mengatakan, kerjasama penyediaan tenaga kerja dengan pondok pesantren sangat baik, mengingat jumlah santri di pondok pesantren seluruh Indonesia pada 2014 mencapai 9,08 juta orang.

“Jawa Timur menyumbang sebesar 70% dari total santri yang ada. Ini merupakan angka yang cukup besar,” terang Jokowi.

Presiden Joko Widodo saat melihat-lihat lokasi proyek Java integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Rabu (11/11/2015)

Oleh karena itu, prospek investasi sinergis antara pelaku usaha dan pondok pesantren di Jawa Timur, dinilai Presiden sangat prospektif untuk investasi jangka panjang. Dan perkembangan investasi dengan melibakan tenaga kerja santri pondok pesantren adalah terobosan yang memang dibutuhkan.

“Tenaga kerja di Ponpes harus diberdayakan untuk memfasilitasi investor. Dengan demikian uang investasi bisa beredar di kota dan kabupeten. Investor dapat manfaatnya, daerah juga semakin berkembang, dan tenaga kerja daerah juga terserap,” katanya. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles