Huawei Luncurkan Strategi Ultra Broadband 2020

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), memperkenalkan Strategi Ultra Broadband 2020 (UBB2020) bagi industri, bisnis, dan pengembang jaringan pada acarakonferensi Annual Broadband TV Connect Asia ke-12 di Jakarta.

Strategi ini bertujuan untuk mendukung para operator telekomunikasi agar mendapatkan peluang bisnis yang lebih besar, dan mampu mengatasi tantangan selama lima tahun ke depan.

Lim Chee Siong, Chief Marketing Officer (CMO) Huawei Pasifik Selatan menjelaskan tentang Building a Better World dalam konferensi Annual Broadband TV Connect Asia ke-12

Melihat tren perkembangan industri ultra broadbanddi dunia dan strategi operasional bisnis operator telekomunikasi, strategi UB 2020 mampu mendukung kematangan industri TIK di Indonesia, seiring dengan pemerintah yang mulai fokus pada pengembangan jaringan pita lebar di kota maupun daerah pinggiran kota, serta meningkatkan pengalaman pengguna seperti 4K video streaming.

Dikatakan Nigel Bruin, Principal Consultant Huawei, pihaknya percaya akan pentingnya pembangunan pita lebar baru (New Broadband) yang dapat membantu operator telekomunikasi untuk terus tumbuh, sesuai dengan peningkatan permintaan, menyediakan solusi pita lebar berkapasitas giga-bit dimana saja, mendukung inovasi model bisnis baru, dan menciptakan layanan cepat (Agile Service).

“Solusi New Broadband mampu memberikan pengalaman yang dapat menginspirasi pengguna melalui video beresolusi tinggi, kebebasan pelanggan untuk menggunakan dan mengubah layanan sesuai dengan kebutuhan,dan menghubungkan pengguna dengan komunitas kami,” ujarnya melalui media release yang diterima kabarsurabaya.com, Jumat (15/4/2016).

Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, bersama dengan CS Lim, CMO Huawei Southern Pacific berbagi informasi dengan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam konferensi Annual Broadband TV Connect Asia ke-12.

Sementara Lim Chee Siong, Chief Marketing Officer (CMO) Huawei Pasifik Selatan, mengatakan, pengembangan industry UBB mampu memberikan peluang besar untuk para operator, karena saat ini pelanggan mengharapkan layanan internet yang real-time, on-demand, all-online, do-it-yourself, dan social (ROADS).

Hal ini juga didukungdengan adanya kegiatan operasional industry berbasis internet dan kompetisi dari penyedia OTT (Over the Top) yang memaksa para operator untuk mempercepat transformasi TIK.

“Sebagai penyedia solusi TIK, Huawei memiliki tanggung jawab utama untuk mendorong perkembangan industri UBB secara berkelanjutan, tertib dan sehat, melayani operator telekomunikasi di Indonesia secara efektif, serta menyediakan bisnis end-to-end dan solusi jaringan yang optimal untuk mendukung operator dalam mencapai kesuksesan,” jelas Lim Chee Siong.

Sejalan dengan Rencana Pita Lebar Nasional Indonesia, saat ini Indonesia mengalami transformasi TIK dan bersiap untuk menuju era ekonomi digital. Dan dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur pita lebar, semua operator telekomunikasi, perusahaan, dan pemerintah harus bekerjasama dalam membangun jalur bebas hambatan untuk informasi, menciptakan gaya hidup yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia, dan memajukan dunia bisnis.

Disisi lain, Arief Mustain, Executive General Manager, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk menyampaikan bahwa untuk mewujudkan ekonomi digital di Asia Tenggara, kami melihat kebutuhan untuk membentuk Indonesia Fiber-To-The-Home Alliance (IFA).

“IFA akan memilikiperanan penting dalam ekosistem dengan merumuskan agenda FTTH ke arah ekonomi digital. Kami juga mengajak para pelaku industri untuk bergabung dan bersama-sama meningkatkan pelayanan TIK melalui FTTH,” ujarnya. (EP)

Leave a Reply