20.8 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022

Buy now

Sensus Ekonomi 2016 Akan Sangat Membantu Dunia Usaha Indonesia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) yang akan digelar bulan Mei 2016 mendatang.

Dan sebagai langkah awal, BPS menggelar Program Sosialisasi dan Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (03/12), yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo.

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dan Kepala BPS Jawa Timur, M.Sairi Hasbullah dalam acara Sosialisasi dan Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (03/12/2015)

Dikatakan Kepala BPS Jawa Timur, M.Sairi Hasbullah , kekuatan ekonomi akan lebih kuat bila ditopang oleh data yang akurat, sehingga sensus ekonomi ini bertujuan mendata kekuatan terkini dari ekonomi Indonesia, Jawa Timur, kab/kota, kecamatan dan dunia usaha.

“Data hasil SE ini nantinya tidak hanya dipakai acuan oleh pemerintah saja, melainkan juga bias di gunakan oleh siapa saja, termasuk rekan-rtekan media dan dunia usaha,” lanjut Sairi.

Lebih lanjut Sairi mengatakan, SE 2016 ini akan dilaksanakan bulan Mei tahun depan di masing-masing provinsi hingga kabupaten/kota dan kecamatan.

“Kami akan mendata semuanya, karena data ini menjadi kekuatan terkini ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Data yang dikumpulkan mulai dari tingkat usaha skala mikro hingga konglomerasi besar ini nantinya akan memudahkan pemerintah dan dunia usaha membuat perencanaan yang lebih baik.

“SE yang dilakukan BPS setiap 10 tahun sekali ini, akan diawali dengan kegiatan pendaftaran, identifikasi dan dilanjutkan dengan melakukan pendataan karakteristik usaha dan informasi lainnya,” jelas Sairi.

Sairi juga mengungkapkan, di Provinsi Jawa Timur diperkirakan tidak kurang dari 4,6 juta unit usaha yang akan didata dalam SE 2016. Satu persatu, dari usaha terbesar sampai usaha terkecil dalam rumah tangga, akan di data secara door to door.

Dengan mengetahui secara detail dan komprehensif terkait karakteristik usaha mikro, kecil dan menengah hingga besar, maka akan mudah bila ingin menjalin kemitraan antar satu suaha dengan usaha yang lain, termasuk dengan pemerintah.

“Selain itu, dunia usaha juga akan memperoleh manfaat besar dari data SE ini dan memiliki kesempatan untuk pengembangan atau ekspansi usaha di Jatim,” tambah Sairi.

Sementara dalam sambutannya, Pakde Karwo (sapaan akrab Gubernur) meminta semua pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2016 tidak hanya sebagai perencaan kebijakan strategi, tetapi juga sebagai sarana melihat dan mengevaluasi menuju Jatim Provinsi Industri 2016.

Pakde Karwo juga menyampaikan, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Jatim sampai dengan Triwulan III Tahun 2015 meningkat sebesar 5,30% dibandingkan dengan tahun lalu. Hasil survei BPS Tahun 2015, Ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,44%, sedangkan sektor industri tumbuh 6,22%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri nasional yang hanya 4,73%.

“Peningkatan ini juga dialami di sektor perdagangan sebesar 6,56% dibanding pertumbuhan nasional yang hanya 1,49%,” terang Soekarwo. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,436PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles