4.9 C
New York
Selasa, Januari 5, 2021

Buy now

Bank Mandiri Lakukan Banyak Perubahan untuk Ikuti Perkembangan Bisnis Digital




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang sangat memperhatikan perkembangan bisnis di era revolusi industry 4.0 yang serba digital. Dan untuk mengikuti perkembangan itu, Bank Mandiri banyak melakukan perubahan yang signifikan.

Hal ini dikemukakan Regional CEO Bank Mandiri Jawa Timur, R. Erwan Djoko Hermawan yang mengatakan bahwa kedepannya, Bank mandiri juga secara sistem melakukan banyak perubahan, seperti dulu semua dilakukan secara manual yang kemudian bergeser ke arah komputerize, dan sekarang sekarang sudah masuk ke digitalisasi.

“Hal ini juga membuat Bank Mandiri merubah konsep brand system distributionnya, dimana kalau dulu harus ada cabang dan ATM dimana-mana, tetapi sekarang gak perlu,” terangnya disela-sela pembukaan Mandiri Goes to Campus, di Universitas Ciputra Surabaya, Rabu (20/11/2019).

Regional CEO Bank Mandiri Jawa Timur, R. Erwan Djoko Hermawan saat hadir di Mandiri Goes to Campus, di Universitas Ciputra Surabaya, Rabu (20/11/2019)

Konsekuensi dari perubahan ini menurut Erwan, akan membuat jumlah cabang otomatis akan berkurang. Lalu kalau cabang berkurang, bagaimana dengan cabang-cabang yang diluar yang daerahnya remote-remote itu kan belum ada cabang ?

“Untuk mengatasi hal itu, kita sudah punya agent laku pandai atau branchless banking yang sudah menggunakan digitalisasi (hampir 5.000 agent di jawa timur, red). Mereka inilah yang mengcover masyarakat yang bertransaksi tanpa bank dan tanpa ATM. Tapi ini di lokasi yang jauh,” jelas Erwan sambil menambahkan bahwa ini juga bagian dari upaya Bank Mandiri untuk mensukseskan literasi yang ditetapkan Bank Indonesia agar bisa berjalan.

Perubahan ini juga terjadi pada sisi System transaksi yang juga sudah mulai berubah, dimana transaksi di merchant yang tadinya harus pakai kartu, sekarang sudah masuk ke mobile lewat QR.

“Dengan demikian, nantinya investasi-investasi lewat mesin EDC nanti semakin berkurang karena gak perlu lagi yang namanya EDC, karena semua pakai QR (barkode atau password, red),” lanjutnya.

Erwan juga menambahkan bahwa perkembangan digitalisasi ini juga membuat mesin ATM mengalami perubahan fungsi. Yang semula transaksi tertinggi di ATM itu ada di transfer, tarik tunai dan setor tunai, bayar listrik, bayar pulsa dan lainnya, sekarang lebih banyak hanya untuk tarik tunai dan setor tunai.

“Ini karena fungsi ATM khususnya untuk aktifitas non tunai lainnya, sudah banyak menggunakan mandiri online,” pungkasnya. (men)




Related Articles

Stay Connected

21,292FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles