Bawean Kini Punya Bandar Udara Harun Thahir

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pulau Bawean secara resmi telah memiliki bandar udara. Ini seiring dengan diresmikannya Bandar Udara Harun Thahir oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Bawean Kini Punya Bandar Udara Harun Thahir

Menurut Soekarwo, dengan diresmikannya bandara udara di pulau Bawean ini, pihaknya optimistis Pulau Bawean bisa menjadi Bali-nya Jatim. Karena dengan adanya bandara, maka potensi wisata di Pulau Bawean yang sangat indah bisa dikunjungi dengan lebih mudah.

“Bawean bisa menjadi Bali-nya Jawa Timur, karena pulau ini sangat indah. Dan dengan adanya bandara, maka ke depannya akan banyak wisatawan datang ke Bawean, karena memang cukup banyak potensi wisata di sini,” ujar Soekarwo saat mendampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan Bandara di Bawean di Dusun Pesinggahan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Sabtu (30/1/2016).

Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengatakan, keindahan dan potensi pariwisata Pulau Bawean sangat bagus dan tak kalah dengan Pulau Bali. Di sana terdapat Pantai Mayangkara di Desa Kepuh Teluk, Pantai Labuhan di Dusun Pesinggahan, Desa Tanjung Ori, Pasir Putih di Desa Sukaoneng, Pemandian Air Panas di Desa Gelang, dan Pulau Cina di Desa Telukjati Dawang, Pemandian Air Terjun di Desa Teluk Dalam, Danau Kastoba di Desa Candi dan lainnya.

“Jika masyarakat, para kiai, dan ulama mengijinkan, kami akan menjadikan Bawean sebagai destinasi pariwisata andalan Jatim. Namun kultur khas lokal tidak akan hilang, masyarakat pun diuntungkan karena banyak peluang usaha baru jika tempat ini menjadi pusat pariwisata,” terang Pakde Karwo.

Pengoperasian Bandara ini menurut Soekarwo, memiliki peran strategis bagi Jatim, yaitu menjadi salah satu simpul transportasi penggerak roda perekonomian Jatim, selain aksebilitas dari dan ke Pulau Bawean dapat merangsang pertumbuhan ekonomi, menaikkan daya saing, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim, khususnya masyarakat Bawean.

“Karena itu, kami mohon dukungan semua pihak, khususnya dari masyarakat Bawean, Kementerian Perhubungan RI, dan masyarakat Gresik,” tambah Soekarwo.

Sementara Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, bahwa untuk kedepannya, giliran Pulau Kangean Sumenep Madura yang akan dibangun sarana transportasi udara.

“Untuk Pulau Kangean paling lambat tahun depan (2017), mulai kita bangun,” kata Menhub.

Saat ini, kata dia, Kementerian Perhubungan terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Gubernur Jatim, Dishub Jatim, Dishub Sumenep, dan pejabat terkait lainnya.

“Mereka akan membicarakan terkait lahan dan pembebasan lahan,: terang Jonan.

Menurut Jonan, transportasi udara di Pulau Kangean, Sumenep, sengaja diproyeksikan untuk memberi kemudahan kepada warga khususnya yang berada di pegunungan.

“Bandara di Bawean ini nanti juga akan memiliki rute ke Pulau Kangean maupun Surabaya-Kangean dan sebaliknya. Kami harap ini dapat meningkatkan prekonomian dan akses bisnis menjadi lebih mudah,” pungkas Jonan. (MN/EP)

Leave a Reply