2.1 C
New York
Jumat, Desember 9, 2022

Buy now

BI Akan Gelar ISEF Kedua Di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bank Indonesia kembali akan menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2015 yang kedua di Surabaya. Event yang akan digelar di lapangan Kodam V Brawijaya dan dimulai 27 Oktober sampai 1 November 2015 mendatang, rencananya akan dibuka Presiden Jokowi.

Selain presiden, acara ISEF 2015 ini juga dipastikan akan dihadiri KH Hasyim Muzadi untuk menyampaikan ceramah, disamping Habib Syech Assegaf yang memimpin lantunan Shalawat Badar.

Dalam ISEF 2015 ini, selain acara Opening Ceremony, juga akan digelar Sharia Economic Forum, dan Sharia Fair.

Sharia Economic Forum adalah forum diskusi berupa berbagai seminar terkait dengan pengembangan ekonomi syariah, dengan topic yang akan dibahas diantaranya mengenai kebijakan strategis pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi syariah, pengembangan sukuk sebagai instrumen keuangan, yang mampu menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil.

Selain itu dibahas pula optimalisasi Islamic social finance (seperti zakat, infaq, wakaf), pengembangan layanan non tunai dalam pembayaran ZISWAF, hingga pembahasan mengenai kunci sukses kemandirian pondok pesantren.

Sedangkan dalam Sharia Fair, akan berbentuk pameran produk ekonomi dan keuangan syariah yang terdiri dari 124 booth dan seminar/talkshow, pelatihan dan edukasi produk dan keuangan syariah.

Sharia Fair dikembangkan dengan konsep “5F” yaitu Finance, Food, Fashion Fantrepreneur (fantastic entrepreneur), dan Fundutainment (fun-education-entertainment). Pengembangan konsep 5F ini merupakan upaya dari BI dalam mengintegrasikan sektor keuangan dan sektor riil, sehingga pengembangan ekonomi syariah terlaksana secara komprehensif.

Selain itu, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah tidak terbatas pada lembaga keuangan saja (baik bank ataupun non-bank), tetapi juga meliputi sektor/bisnis riil.

Adapun target dari penyelenggaran ISEF 2015 ini sendiri adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia, dan Jawa Timur sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen stakeholder dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah, serta untuk memperluas keuangan inklusif dalam rangka meningkatkan akses keuangan masyarakat, mengembangkan pendalaman pasar keuangan, model bisnis UMKM dan pola kemitraan dengan korporasi, serta mendukung pengembangan kemandirian pondok pesantren. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,601PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles