BNI Surabaya Siap Cairkan Dana KUR hingga Rp 486 milyar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bank BNI cabang Surabaya terus melakukan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat, dalam rangka menggerakkan masyarakat menjadi mandiri.

Dikatakan CEO BNI Wilayah Surabaya, Aryanto Purwadi, untuk program KUR kali ini pihaknya memang bekerja sama dengan koperasi, KUD, dan sejenisnya sebagai perpanjangan tangan BNI untuk merealisasikannya sejak Agustus lalu.

“Bahkan, kami melakukan edukasi sampai terjun langsung ke pasar dan masyarakat sekitar kantor-kantor kami,” ujarnya disela acara Media Gathering di Restoran Mahameru JL. Diponegoro Surabaya, Rabu (21/10/2015).

Untuk dana KUR tersebut, Aryanto mengatakan dari target alokasi dana sebesar Rp 486 milyar, saat ini masih tercapai 10 persennya.

“Untuk penyaluran dana kredit ini kami bagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu segmen ritel dengan alokasi Rp 500 juta, kredit mikro Rp 25 juta, dan kredit untuk TKI sebesar 25 juta,” lanjut Aryanto.

Aryanto juga menjelaskan bahwa untuk tiap bantuan dana kredit tersebut, akan dibebani bunga hanya 12 persen. Bahkan untuk kredit bagi TKI atau Mikro dengan plafon Rp 25 juta tanpa jaminan.

“Kami dan pemerintah hanya menyetujui TKI yang bekerja di negara-negara sehat situasi politik dan keamanannya, seperti Korea, Jepang, Taiwan dan lainnya,” terangnya.

Sementara untuk kredit ritel dengan pencairan dana sebasar sebesar Rp 500 juta, disyaratkan untuk menyerahkan jaminan sebesar 30 persen. Dari pinjaman tersebut, 70 persennya menjadi tanggung jawab pihak Askrindo dan Jamkrindo.

“Ini juga merupakan kebijakan dari pemerintah tentunya” tandas Aryanto.

Secara nasional, sampai kuartal III 2015, kredit yang disalurkan BNI telah mencapai Rp 307,12 triliun atau naik 14,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar Rp 267,94 triliun.

“Adapun komposisi pinjaman yang disalurkan untuk segmen usaha menengah dan kecil adalah 27,8 persen, segmen korporasi 26,2 persen, BUMN 17,7 persen, kredit konsumer 17,9 persen serta pembiayaan anak perusahaan dan cabang di luar negeri mencapai 10,6 persen,” pungkas Aryanto. (Li/Ep)

Leave a Reply