BPJS Kesehatan Surabaya Punya Tunggakan ke Faskes Surabaya Sebesar 632 milyar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Selama 2 bulan lebih terakhir ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surabaya memiliki tunggakan ke fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan sebesar 632 milyar.

Hal ini diakui Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja, yang mengatakan bahwa untuk tagihan dari faskes di Surabaya yang sudah jatuh tempo tapi belum bisa terbayarkan sebesar Rp 623 milyar.

“Rata-rata tagihan faskes yang menjadi mitra BPJS Kesehatan di Surabaya ini sebesar Rp 300 milyar setiap bulan. Jadi kalau angkanya mencapai Rp 632 milyar, itu berarti ada 2 bulan lebih tagihan yang belum terbayarkan,” terang dr. Herman di kantor BPJS Kesehatan cabang Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja

Tetapi pada prinsipnya, lanjut dr. Herman, semua tagihan dari faskes yang menjadi mitra BPJS Kesehatan pasti akan dibayar.

“Untuk system pembayaran ini, kami menerapkan yang namanya FIFO (first in first out), dimana untuk faskes yang mengajukan claim duluan, maka akan dibayar duluan,” tambah dr. Herman.

Dana Talangan dari Bank

Lebih jauh dr. Herman juga menjelaskan bahwa sebenarnya ada system atau mekanisme dana talangan dari bank yang dapat dipergunakan fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendukung operasional sambil menunggu dana dari BPJS Kesehatan cair.

“Namun faktanya, dari 50 FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Ksehatan Surabaya, hanya 13 saja yang punya kerjasama dengan bank, untuk dana talangan ini,” terang dr. Herman.

Mengenai sedikitnya FKTP yang melakukan kerjasama dengan bank terkait dana talangan ini, menurut dr. Herman, salah satunya bisa jadi karena FKTP tersebut masih merasa kuat secara finansial untuk mengcover pengeluarannya.

“Selain itu juga ada yang aturan FKTP-nya tidak memungkinkan, serta pertimbangan lainnya,” pungkas dr. Herman. (men)

Leave a Reply