27.1 C
New York
Sabtu, Agustus 13, 2022

Buy now

BPS Jatim Siap Laksanakan Sensus Ekonomi 2016 dengan 50.500 petugas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tengah mempersiapkan pelaksanaan sensus ekonomi 2016, yang akan dilakukan mulai Mei 2016 mendatang.

Sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun ini, di Jawa Timur akan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Hotel Sangri-La Surabaya pada Kamis (3/12/2015) lusa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah mengatakan, sensus ekonomni 2016 dilakukan untuk mendapatkan informasi yang valid dan akurat dan untuk pengembangan usaha dan pembangunan di Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah, di acara Sosialisasi Sensus ekonomi 2016 di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (29/11/2015)

“Sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini, untuk mengetahui data obyektif guna mengetahui gambaran formal ekonomi Jawa Timur,” terangnya pada awak media di acara Sosialisasi Sensus ekonomi 2016 di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

Sairi juga menjelaskan, dari hasil sensus ini, kita dapat melihat perkembangan perekonomian nasional dan regional. Contohnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kita dapat melihat jumlah usaha, hasil produk dan perputaran uang yang ada saat ini.

“Seluruh unit usaha akan didata, mulai dari skala mikro kecil rumah tangga hingga usaha skala besar makro. namun, kita tidak mendata usaha yang berkaitan dengan bidang pertanian karena sudah ada sensus pertanian,” ungkapnya.

Terkait teknis pendataan sensus ekonomi yang akan diadakan nantinya menurut Sairi akan menggunakan sistem jemput bola dan door to door..

“Kami akan menurunkan tim yang berjumlah 50.500 petugas dan nantinya tugas dari tim tersebut akan mendata usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Kami akan turun ke bawah dengan menggunakan sistem door to door,” terang dia.

“Sensus yang akan dimulai bulan mei 2016 ini, kami perkirakan akan bisa dituntaskan di bulan Agustus 2016. Dan Presiden dapat mengumumkan hasil sensus ekonomi di semua wilayah yang ada di Indonesia,” lanjut Sairi.

Untuk dapat memaksimalkan program sensus ekonomi tersebut, dia berharap, agar masyarakat dapat membantu program ini sehingga dapat merjalan secara maksimal.

“Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 16/1997 tentang statistik. Gubernur dan walikota serta bupati wajib membantu dalam kelancaran proses dari program tersebut. Selain itu, kami juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan program ini,” pungkasnya.

Sesus ekonomi 2016 (SE 2016) secara nasional telah disiapkan dana sebesar Rp 2,1 triliun dan Jawa Timur kebagaian sekitar 15 persen dari dana yang disediakan. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,434PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles