Crown Group Akan Bangun property di Indonesia senilai 30 Trilyun

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Setelah sukses menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Australia, Crown Group yang mulai berkiprah di dunia property dengan proyek pertamanya di tahun 1996, Crown mulai merencanakan untuk menggarap proyek properti di Indonesia.

Seperti dikemukakan CEO Crown Group, Iwan Sunito, dengan investasi mencapai Rp30 triliun, rencananya property yang akan berlokasi di Jakarta ini akan mengusung konsep mixed use karena terdiri dari apartemen atau residensial, shoping center, education center dan hospitality treatment.

CEO Crown Group, Iwan Sunito, didampingi Project Director-Sales & Global Capital, Prisca Edwards, saat menjelaskan rencana pembangunan proyek Crown di Jakarta

“Rencananya nanti kami akan mengusung tiga konsep alam seperti, aka nada sebuah canyon, beach dan sky garden,” terangnya dalam Media Update Luncheon Crown Group, di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (13/4/2016).

Sementara mengenai kapan pastinya proyek ini dilakukan dan dimana lokasi tepatnya, Iwan Sunito menolak mengatakan dan hanya meminta awak media sabar menunggu saatnya tiba untuk mengumumkan.

“Memang kami sudah menyiapkan lahannya sekitar 10 ha. Tapi kapan dan di mana lokasinya masih kami rahasiakan,” kata Iwan.

Namun dari gambar maket yang ditampilkan dalam presentasinya, terlihat bahwa lokasi di Jakarta yang diambil adalah di daerah pegunungan, yang bisa diduga proyek prestisius yang akan di garap Crown Group di Indonesia ini akan berada di sekitaran sentul.

Iwan mengakui bahwa proyek ini adalah proyek besar dan dengan biaya besar. Karena itu diperkirakan pembangunan keseluruhan proyek ini akan berjalan sekitar 8 sampai 10 tahun.

“Saya memang ingin mulai ‘balik kampung’ dengan mempersiapkan proyek di Indonesia. Tapi ya nanti akan jalan bersama dengan yang di Australia,” terang Iwan yang adalah arek Suroboyo ini.

Selain itu, bagi Iwan, rencana pengembangan properti di Indonesia ini juga merupakan persiapan bagi Crown Group yang akan melakukan Go Public pada sekitar 2018 atau 2019.

“Kami memang tengah mempersiapakn rencana Go Public. Namun kami belum tahu akan listing di Indonesia atau Ausralia. Atau bisa juga melakukan dual listing,” jelas Iwan.

Bagi Iwan, kedua Negara ini (Indonesia dan Australi) merupakan dua Negara yang penting bagi dirinya yang dilahirkan di Indonesia, namun juga besar dan berkarya di Australia.

Iwan juga menegaskan bahwa selain di Jakarta, pihaknya juga tengah melakukan pendekatan pada beberapa pihak untuk membangun proyek di Surabaya. (EP)

Leave a Reply